Sektor Jasa dan Perdagangan Dominasi Proyek Investasi Bontang pada Triwulan I 2026

by
Pejabat Fungsional Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang, Karel

KALTIMOKE, BONTANG – Sektor tersier menjadi motor utama pertumbuhan jumlah proyek investasi di Kota Bontang sepanjang triwulan I 2026. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mencatat, mayoritas proyek investasi yang terealisasi berasal dari sektor jasa dan perdagangan, mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang.

Dari total 380 proyek investasi yang terealisasi selama Januari hingga Maret 2026, sebanyak 335 proyek berasal dari sektor tersier. Sektor ini meliputi berbagai bidang usaha, seperti perdagangan dan reparasi, konstruksi, transportasi, perhotelan, hingga beragam layanan jasa lainnya.

Meski mendominasi dari sisi jumlah proyek, nilai investasi terbesar masih berasal dari sektor sekunder. Namun demikian, tingginya aktivitas di sektor tersier dinilai menunjukkan geliat usaha masyarakat yang semakin dinamis, terutama pada bidang yang berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan data DPMPTSP Kota Bontang, subsektor perdagangan dan reparasi menjadi penyumbang proyek terbanyak dengan 116 proyek, disusul subsektor konstruksi yang mencatat 73 proyek selama triwulan pertama 2026.

Pejabat Fungsional Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang, Karel, mengatakan dominasi sektor tersier mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi lokal yang ditopang oleh pelaku usaha.

“Dominasi proyek di sektor tersier menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak. Ini menjadi indikator bahwa pelaku usaha lokal tetap produktif dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Bontang,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Karel, sektor tersier memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha dalam mengembangkan kegiatan ekonominya.

“Sektor tersier memiliki peran yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan sektor jasa juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha untuk terus mengembangkan usahanya,” katanya.

Untuk menjaga tren positif tersebut, DPMPTSP Kota Bontang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan investasi melalui penyederhanaan proses perizinan dan pendampingan kepada pelaku usaha.

“Kami akan terus memperkuat sektor tersier melalui kemudahan layanan perizinan dan pendampingan bagi pelaku usaha. Harapannya, iklim investasi di Bontang semakin kondusif dan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah,” tutup Karel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.