KALTIMOKE, KUTAI TIMUR – Upaya pencarian tanpa henti yang dilakukan Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Setelah tiga hari menyisir aliran Sungai Melenyu 2 di Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, korban tenggelam bernama Rifki (23) berhasil ditemukan dan dievakuasi, meski dalam kondisi meninggal dunia.
Korban yang merupakan warga Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditemukan sekitar 7,7 kilometer dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pos SAR Kutai Timur, Brimob Polda Kalimantan Timur, Polsek Muara Wahau, pihak perusahaan, keluarga korban, hingga masyarakat setempat yang turut membantu sejak hari pertama pencarian.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR Gabungan, relawan, pihak perusahaan, dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian serta semangat kemanusiaan selama proses pencarian berlangsung,” ujarnya.
Menurut Fauzan, keberhasilan menemukan korban tidak terlepas dari koordinasi yang baik antarinstansi meskipun tim dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan, seperti derasnya arus sungai dan kondisi medan yang cukup sulit.
Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam saat berenang bersama sejumlah rekannya di Sungai Melenyu 2. Setelah menyeberangi sungai, korban berusaha kembali menuju tenda bersama teman-temannya. Namun derasnya arus sungai diduga membuat korban kelelahan hingga akhirnya tenggelam.
Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kondisi arus yang kuat membuat usaha penyelamatan tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian terpadu dengan menyisir sepanjang aliran sungai hingga akhirnya korban ditemukan pada hari ketiga operasi.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Kapolres Kutai Timur turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Muara Wahau IPTU Sumartono mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai maupun perairan terbuka.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita tentang pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di perairan sekaligus menguatkan solidaritas berbagai pihak dalam menghadapi situasi darurat kemanusiaan,” pungkasnya.





