KALTIMOKE, KUTAI TIMUR – Pencarian terhadap seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun yang dilaporkan hilang di Kecamatan Sangatta Utara akhirnya berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di belakang Masjid Agung Al Faruq, kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (3/6/2026).
Penemuan tersebut mengakhiri upaya pencarian yang telah dilakukan sejak korban dilaporkan hilang pada Senin (1/6/2026) petang. Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaos merah dan celana panjang hitam, sesuai ciri-ciri yang sebelumnya disebarluaskan kepada masyarakat.
Aparat kepolisian yang menerima laporan penemuan jenazah langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal sebelum korban dievakuasi ke RSUD Kudungga Sangatta.
Kasi Humas Polres Kutai Timur, AIPTU Wahyu Winarko, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban.
“Masih dalam pendalaman. Nanti akan kami sampaikan setelah semuanya jelas,” ujarnya.
Menurut Wahyu, penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan dan fakta di lapangan, termasuk hasil pemeriksaan yang masih menunggu proses lebih lanjut.
“Untuk saat ini kami masih bekerja mengumpulkan seluruh fakta yang ada,” katanya.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah terakhir kali terlihat di kawasan Kampung Tator, Jalan Pasundan, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 18.30 Wita.
Selama proses pencarian berlangsung, sempat beredar informasi bahwa korban diduga dibawa oleh seseorang yang identitasnya belum diketahui. Namun, informasi tersebut masih menjadi bagian dari materi penyelidikan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus tersebut. Aparat memastikan seluruh perkembangan penyelidikan akan disampaikan secara resmi setelah proses penanganan selesai dilakukan.
“Kami mengimbau masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi. Nanti perkembangan kasus akan kami informasikan kembali,” tutup Wahyu.





