KALTIMOKE, BONTANG – Kepala DPMPTSP Kota Bontang Muhammad Aspiannur menegaskan pemerintah daerah tengah serius mendorong pengembangan industri manufaktur pengalengan ikan sebagai langkah strategis memperkuat sektor maritim sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan daerah.
Menurut Aspiannur, potensi sumber daya laut di Bontang selama ini masih terbuka lebar untuk dikembangkan melalui hilirisasi industri berbasis perikanan. Karena itu, pemerintah berupaya menciptakan iklim investasi yang aman dan kompetitif bagi para investor.
“Kami di DPMPTSP Bontang tidak hanya membuka pintu, tetapi juga memastikan kenyamanan berinvestasi. Sektor ketahanan pangan dan perikanan menjadi prioritas utama kami,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, hasil kajian bersama DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan Bontang memiliki sejumlah keunggulan strategis untuk pengembangan industri pengalengan ikan.
Mulai dari ketersediaan bahan baku laut sepanjang tahun, fasilitas Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), hingga dukungan tata ruang kawasan industri dan regulasi yang pro investasi.
Aspiannur juga memaparkan, wilayah laut Bontang yang mencapai 497,57 kilometer persegi menjadi modal besar bagi pengembangan industri hilir perikanan. Potensi tersebut diperkuat produksi perikanan tangkap sebesar 20.335,99 ton per tahun dan budidaya mencapai 4.453,04 ton per tahun.
Komoditas seperti tuna, tongkol, dan cakalang dinilai memiliki prospek pasar yang terus berkembang, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
Dari sisi investasi, studi kelayakan proyek menunjukkan prospek yang cukup menjanjikan. Nilai Net Present Value (NPV) pada tahun kelima diproyeksikan mencapai Rp3,3 miliar, dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 56,01 persen.
Selain itu, rasio Net Benefit/Cost tercatat 1,6 dengan estimasi pengembalian modal sekitar empat tahun empat bulan.
“Kami optimistis kekayaan sumber daya laut di Bontang dapat ditransformasi menjadi produk hilirisasi bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris sebelumnya menyatakan pemerintah siap memberikan dukungan penuh kepada investor yang ingin menanamkan modal di sektor pengolahan perikanan.
“Pemkot Bontang siap membuka peluang seluas-luasnya bagi investor untuk melihat potensi industri manufaktur pengalengan ikan sebagai salah satu sektor unggulan investasi di Kalimantan Timur,” ucapnya.







