KALTIMOKE, BONTANG – Kegiatan Khatmul Qur’an SD IT Yabis yang digelar di Ballroom Grand Mutiara Hotel, Sabtu (11/4) pagi, tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga memperlihatkan sinergi antara dunia pendidikan, orang tua, dan pemerintah daerah dalam membentuk generasi berkarakter Qur’ani.
Acara tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang Akhmad Suharto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdu Safa Muha, perwakilan Kementerian Agama, jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, pengurus Yayasan Yabis, serta dewan guru.
Dalam kesempatan itu, Akhmad Suharto menyoroti capaian 134 siswa peserta imtihan yang terdiri dari 64 peserta tartil, 59 peserta tahfiz, dan 11 peserta turjuman. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan proses pendidikan yang tidak instan, melainkan hasil dari pembinaan yang konsisten dan berkesinambungan.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti dari proses panjang, kesabaran, dan ketekunan. Metode Ummi telah melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan melafalkannya dengan baik,” ujarnya.
Lebih dari itu, ia menekankan bahwa keberhasilan para siswa tidak lepas dari peran kolaboratif antara guru di sekolah dan orang tua di rumah. Menurutnya, pola pendidikan seperti ini menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul di Kota Bontang.
Ia juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan visi Pemerintah Kota Bontang melalui program Bontang Pintar, yang terus mendorong pemerataan akses pendidikan, termasuk dukungan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa di berbagai jenjang pendidikan.
Kegiatan Khatmul Qur’an ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pendidikan berbasis nilai keislaman tetap relevan dalam memperkuat karakter generasi muda di tengah tantangan zaman.
Di akhir sambutannya, Suharto berpesan agar capaian khatam Al-Qur’an tidak menjadi akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk semakin memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur’an serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan berhenti di sini. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, terus dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam setiap langkah kehidupan, sehingga membentuk akhlak yang baik dan pribadi yang berkarakter,” pesannya.





