Pemkot Bontang Siapkan Arah Kebijakan Investasi 2026-2029

by
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Aspian Nur

KALTIMOKE, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat iklim investasi yang kompetitif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan guna menarik investasi berkualitas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut dituangkan dalam booklet Arah Kebijakan dan Strategi Penguatan Iklim Investasi Kota Bontang Tahun 2026-2029 yang disusun sebagai panduan bagi investor, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Aspian Nur, mengatakan Bontang memiliki posisi strategis sebagai kota industri, pelabuhan, dan pusat energi di Kalimantan Timur.

“Kota Bontang memiliki posisi strategis sebagai kota industri, pelabuhan, dan pusat energi di Kalimantan Timur. Karena itu, kami terus memperkuat iklim investasi yang kompetitif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk menarik investasi berkualitas yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurut Aspian, booklet tersebut disusun untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai arah kebijakan investasi Kota Bontang selama periode 2026-2029. Di dalamnya memuat informasi tentang sektor prioritas investasi, kemudahan perizinan, insentif, hingga strategi promosi investasi yang dijalankan pemerintah daerah.

“Melalui booklet ini, kami ingin memberikan informasi yang praktis bagi investor sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan Kota Bontang,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa investasi bukan hanya soal peningkatan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat pelaku UMKM lokal, mendorong inovasi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan setiap investasi yang masuk ke Kota Bontang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, memperhatikan keberlanjutan lingkungan, serta membuka peluang kolaborasi antara perusahaan besar, UMKM, dan masyarakat,” ujarnya.

Neni menambahkan, Kota Bontang memiliki berbagai keunggulan sebagai salah satu pusat industri di Kalimantan Timur. Dukungan infrastruktur, sumber daya manusia yang terus berkembang, serta komitmen pemerintah dalam menciptakan tata kelola investasi yang sehat dan transparan menjadi modal penting dalam menarik investasi baru.

“Di tengah transformasi ekonomi global menuju ekonomi hijau dan rendah karbon, Pemerintah Kota Bontang juga mendorong pengembangan kawasan industri hijau di Bontang Lestari serta pengembangan industri hilirisasi nonmigas dan nonkimia sebagai penggerak ekonomi masa depan,” tambahnya.

Melalui arah kebijakan investasi yang telah disusun, Pemerintah Kota Bontang berharap dapat menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif, cepat, pasti, dan berdaya saing, sekaligus membuka peluang seluas-luasnya bagi investasi yang inovatif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.