KALTIMOKE, BONTANG – Rencana kerja sama antara Pemerintah Kota Bontang dan mitra dari Korea Selatan kembali menjadi perhatian DPRD. Hingga pertengahan 2026, belum ada informasi terbaru mengenai realisasi program yang sebelumnya disebut akan mendukung pengembangan sektor lingkungan di Kota Bontang.
Anggota DPRD Bontang, Bonnie Sukardi, mengatakan pihak legislatif masih menunggu penjelasan resmi terkait perkembangan kerja sama tersebut. Menurutnya, pembahasan mengenai kolaborasi itu sempat mencuat ketika delegasi dari Korea Selatan berkunjung ke Bontang dan muncul informasi mengenai potensi dukungan pendanaan senilai sekitar Rp143 miliar.
“Informasi yang kami terima sebelumnya menyebut ada rencana dukungan dari pihak Korea dengan nilai sekitar Rp143 miliar. Kami berharap pemerintah dapat menjelaskan sejauh mana perkembangan kerja sama tersebut karena manfaatnya dinilai penting bagi Bontang,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Bonnie menilai kepastian mengenai kelanjutan kerja sama tersebut perlu segera disampaikan kepada publik. Pasalnya, sektor lingkungan merupakan salah satu fokus pembangunan daerah yang berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.
Ia menyebut DPRD terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi Bontang. Dukungan itu mencakup program pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi lingkungan, hingga penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Bonnie, apabila kerja sama tersebut dapat direalisasikan, Bontang berpeluang memperkuat berbagai program lingkungan yang selama ini telah dijalankan pemerintah daerah. Selain memberikan dampak langsung bagi masyarakat, upaya tersebut juga dapat memperkuat posisi Bontang dalam berbagai penilaian di bidang lingkungan.
Ia menambahkan, kualitas pengelolaan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian penghargaan seperti Adipura, tetapi juga menjadi tolok ukur komitmen daerah dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.
Karena itu, Bonnie berharap pemerintah daerah dapat segera menyampaikan perkembangan terbaru mengenai status kerja sama dengan pihak Korea Selatan, termasuk potensi program yang akan dijalankan dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat apabila kolaborasi tersebut terealisasi.
“Keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat serta keberlanjutan pembangunan. Karena itu, setiap peluang kerja sama di sektor lingkungan perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut yang serius,” tutupnya.





