KALTIMOKE, BONTANG — Upaya menekan angka pengangguran terus dilakukan Pemerintah Kota Bontang. Salah satunya melalui peluncuran aplikasi Teman Naker oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu (1/4/2026
Kepala Disnaker Bontang, Asdar Ibrahim, menyampaikan bahwa aplikasi tersebut merupakan inovasi yang dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara lebih cepat, efektif, dan transparan. Dengan mengusung tema “Jembatan Kolaborasi Dunia Kerja Bontang”, Teman Naker diharapkan mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan di era digital.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai kehadiran Teman Naker sebagai bagian dari transformasi digital pemerintah di sektor ketenagakerjaan.
“Teman Naker ini merupakan sebuah inovasi baru yang perlu kita apresiasi. Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat, proses pencarian tenaga kerja juga harus mengikuti dengan sistem digital,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang. Menurutnya, pemerintah harus adaptif dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi guna meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Aplikasi Teman Naker sendiri telah melalui proses penyempurnaan selama lima bulan sebelum resmi diluncurkan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sistem berjalan optimal serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
“Kita bersyukur saat ini aplikasi Teman Naker telah dilaunching dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambah Agus Haris.
Lebih lanjut, ia berharap aplikasi ini dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya sebagai platform digital, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam menekan angka pengangguran di Kota Bontang.
“Melalui aplikasi ini, kita berharap dapat membantu menciptakan zero pengangguran di Kota Bontang,” tegasnya.
Kehadiran Teman Naker juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan pencari kerja. Dengan sistem yang terintegrasi, informasi lowongan pekerjaan dapat diakses secara luas, sekaligus memudahkan perusahaan menemukan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan.





