KALTIMOKE, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai mengubah pola pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jika sebelumnya perkembangan UMKM lebih banyak dilihat dari sisi pertambahan jumlah pelaku usaha, kini perhatian diarahkan pada peningkatan kualitas usaha agar mampu tumbuh dan bersaing di tengah perubahan pasar.
Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, pemerintah mendorong pendekatan pembinaan yang lebih menyeluruh. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pendampingan, penyediaan dukungan regulasi, serta membuka ruang bagi UMKM untuk terhubung dengan peluang investasi dan kebutuhan industri.
Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Kota Bontang, Karel, mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan menambah jumlah pelaku usaha baru. Menurutnya, hal yang juga penting adalah memastikan usaha yang sudah berjalan memiliki kemampuan untuk berkembang dan menghadapi tantangan bisnis.
“Yang kami dorong bukan sekadar bertambahnya jumlah UMKM, tetapi bagaimana pelaku usaha yang ada bisa berkembang. Pemerintah menyiapkan regulasi, forum kolaborasi, pendampingan, hingga pemetaan agar UMKM dapat lebih mudah terhubung dengan peluang investasi dan kebutuhan industri,” ujar Karel, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, arah pembinaan ke depan akan menyesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing usaha. Dengan pendekatan tersebut, program yang diberikan diharapkan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM.
Selain pendampingan usaha, DPMPTSP juga memperkuat sejumlah aspek pendukung, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi perkembangan teknologi serta persaingan pasar yang semakin dinamis.
Karel menilai perubahan pola pembinaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat. UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas jangkauan usaha.
“Kami, akan terus mendorong agar sektor UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.






