KALTIMOKE, BONTANG – Seorang nelayan asal Sulawesi Barat menjadi korban serangan buaya saat mencari ikan di perairan Kerindingan, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang. Korban bernama Jusril (21) mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu, Jusril bersama dua rekannya, Iyan dan Rudi, tengah melakukan aktivitas menyulu atau menombak ikan di kawasan perairan dengan kedalaman air sekitar di bawah pusar.
Awalnya, kegiatan mencari ikan berlangsung seperti biasa. Namun, suasana berubah mencekam ketika seekor buaya tiba-tiba muncul dari arah samping dan langsung berusaha menerkam korban.
Menyadari adanya serangan, Jusril berupaya menyelamatkan diri dengan berenang menuju perairan yang lebih dangkal. Nahas, saat hendak menaiki perahu, buaya tersebut kembali menyerang dan menggigit tubuh korban.
Akibat serangan itu, Jusril mengalami luka gigitan pada dada sebelah kiri, pundak, dan punggung. Meski terluka, korban sempat melakukan perlawanan hingga akhirnya buaya melepaskan gigitannya.
Melihat kejadian tersebut, kedua rekannya segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Berbas Pantai sebelum dilarikan ke Rumah Sakit Amalia untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Karena luka yang dideritanya cukup serius, Jusril selanjutnya dirujuk ke RS PKT Bontang untuk menjalani perawatan lanjutan dan direncanakan menjalani tindakan operasi.
Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu melalui keterangan tertulis mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan yang menjadi habitat buaya.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di wilayah perairan yang berpotensi menjadi habitat buaya. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Selain mengimbau masyarakat, kepolisian juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau kondisi di lokasi kejadian dan menentukan langkah-langkah penanganan guna mencegah insiden serupa terulang.
“Pasti terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila diperlukan langkah-langkah penanganan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena perairan Kerindingan merupakan salah satu lokasi yang kerap dimanfaatkan nelayan untuk mencari ikan. Warga, khususnya yang beraktivitas pada malam hari, diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi gelap dapat meningkatkan risiko bertemu satwa liar, termasuk buaya.





