KALTIMOKE, BONTANG – DPRD Kota Bontang mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Taman agar memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat lokal melalui program magang, praktik kerja lapangan (PKL), hingga sertifikasi kompetensi. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja lokal memasuki dunia industri.
Anggota DPRD Bontang, Heri Keswanto, mengatakan isu tersebut menjadi salah satu pembahasan saat komisi gabungan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah perusahaan, termasuk PT Kaltim Adhiguna Dermaga.
Menurutnya, DPRD tidak hanya mengingatkan perusahaan mengenai kewajiban mematuhi Peraturan Daerah tentang Ketenagakerjaan, tetapi juga mengajak dunia usaha berkolaborasi dalam membangun kompetensi generasi muda Bontang.
“Kami datang untuk silaturahmi sekaligus mengingatkan aturan yang berlaku. Kami ingin perusahaan memberi ruang bagi anak-anak kita yang masih sekolah atau kuliah untuk magang dan PKL, karena selama ini kesempatan itu masih cukup sulit,” ujar Heri, Senin (13/7/2026).
Ia menilai program magang dan PKL menjadi jembatan penting bagi pelajar maupun mahasiswa untuk mengenal dunia kerja sebelum lulus. Dengan pengalaman tersebut, lulusan lokal diharapkan memiliki daya saing yang lebih baik saat memasuki pasar kerja.
Selain itu, Heri juga mendorong perusahaan berpartisipasi aktif dalam kegiatan job fair yang diselenggarakan pemerintah daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada perekrutan tenaga kerja, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkenalkan program pengembangan kompetensi.
“Job fair jangan hanya berbicara soal perekrutan tenaga kerja. Magang, PKL, sampai sertifikasi juga perlu dibuka supaya perusahaan dan masyarakat memiliki persepsi yang sama,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, DPRD turut mengapresiasi komitmen PT Kaltim Adhiguna Dermaga yang telah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Perusahaan tersebut diketahui mempekerjakan empat pekerja disabilitas dengan penempatan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Menurut Heri, langkah tersebut menjadi contoh bahwa dunia usaha dapat mewujudkan lingkungan kerja yang lebih inklusif tanpa mengabaikan kebutuhan operasional perusahaan.
Ia berharap semakin banyak perusahaan di Kota Bontang yang tidak hanya membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, tetapi juga menyediakan ruang pembelajaran melalui program magang, PKL, dan sertifikasi sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan SDM yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri.





