KALTIMOKE, BONTANG – Penemuan cadangan gas alam berukuran besar di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, oleh perusahaan energi asal Italia, PT Ente Nazionale Idrocarburi (ENI) dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong investasi sektor energi sekaligus memperkuat pengembangan industri hilir migas di Kota Bontang.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menilai potensi cadangan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan aktivitas eksplorasi dan produksi migas, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan industri pengolahan gas yang selama ini menjadi salah satu sektor unggulan daerah.
Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang, Karel, mengatakan estimasi cadangan mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan sekitar 300 juta barel kondensat menunjukkan bahwa Cekungan Kutai masih menyimpan potensi besar sebagai kawasan investasi energi, rabu, (29/4/26)
Menurutnya, temuan tersebut diperkirakan akan meningkatkan kepercayaan investor global terhadap prospek industri migas Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Bontang sebagai pusat pengolahan gas alam nasional.
“Besarnya potensi cadangan ini menjadi sinyal positif bagi dunia investasi. Bontang memiliki infrastruktur pengolahan gas yang siap mendukung pengembangan lapangan baru sehingga peluang investasi di sektor hilir juga semakin terbuka,” ujar Karel.
Ia menjelaskan, manfaat proyek tersebut tidak hanya akan dirasakan pada sektor hulu migas, tetapi juga berpotensi menghidupkan kembali aktivitas pengolahan gas di fasilitas PT Badak LNG. Pasokan gas dari lapangan yang dikembangkan ENI diperkirakan dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan infrastruktur LNG yang telah tersedia di Kota Bontang.
Saat ini PT Badak LNG memiliki tujuh unit train pengolahan gas. Namun, dalam rencana pengembangan pasokan baru, pengoperasian kembali diproyeksikan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan Train E dan Train F, menyesuaikan kebutuhan produksi hingga beberapa tahun ke depan.
Karel menegaskan, DPMPTSP Kota Bontang akan terus mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif agar proyek strategis tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi daerah.
Menurutnya, masuknya investasi baru di sektor energi berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, memperluas peluang usaha bagi pelaku lokal, serta memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor pendukung lainnya.
“Kami berharap peluang investasi dari pengembangan lapangan gas ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang,” kata Karel.
Sebagai informasi, cadangan gas yang ditemukan di Cekungan Kutai direncanakan menjadi bagian dari program hilirisasi energi nasional, dengan target pengembangan produksi secara bertahap hingga 2030. Kehadiran proyek ini diharapkan semakin memperkuat peran Bontang sebagai salah satu pusat industri gas dan energi strategis di Indonesia.





