KALTIMOKE, BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mencatat sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi menjadi penyumbang terbesar realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada Triwulan I Tahun 2026.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyampaikan bahwa nilai investasi PMDN pada sektor tersebut mencapai Rp543,21 miliar atau setara 76,80% dari total realisasi.
“Dominasi sektor industri kimia menunjukkan struktur ekonomi Bontang masih bertumpu pada industri berbasis sumber daya dan pengolahan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Selain industri kimia, terdapat empat sektor lain yang masuk dalam lima besar kontribusi PMDN, yakni:
- Konstruksi sebesar Rp49,21 miliar (6,96%)
- Perdagangan dan reparasi Rp48,56 miliar (6,87%)
- Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin Rp28,66 miliar (4,05%)
- Transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi Rp19,40 miliar (2,74%)
Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada periode yang sama tercatat sebesar Rp89,46 miliar. Investasi asing tersebut hanya berasal dari dua sektor usaha.
Hampir seluruh PMA diserap oleh sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi dengan nilai Rp89,45 miliar atau 99,99%, yang berasal dari perusahaan Jepang, PT Kaltim Methanol Industri. Sedangkan sektor usaha hotel dan restoran hanya menyumbang Rp5 juta atau 0,01% melalui investasi PT Panca Boga Paramita dari Hong Kong, RRT.
Di sisi lain, DPMPTSP juga menyoroti tingkat kepatuhan pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Berdasarkan data sistem OSS, terdapat 212 Nomor Induk Berusaha (NIB) Non-UMK yang terdaftar menjalankan proyek di Bontang hingga Triwulan I 2026. Namun, hanya 108 perusahaan yang melaporkan LKPM.
“Dengan demikian, tingkat kepatuhan pelaporan LKPM pada Triwulan I 2026 mencapai 50,94%. Ini menjadi perhatian kami untuk terus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pelaku usaha,” jelas Aspiannur.




