KALTIMOKE, BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mulai memetakan potensi industri dan hilirisasi sebagai persiapan pengajuan Bontang menjadi Daerah Mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah perusahaan industri di Bontang, termasuk pengelola Kawasan Industrial Bontang (KIB).
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, mengatakan pendataan dilakukan untuk memenuhi syarat pengajuan daerah mitra sesuai Peraturan Kepala Otorita IKN Nomor 2 Tahun 2026.
“Bontang ini termasuk daerah penyangga IKN bersama Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara sampai Kutai Timur. Nah, sekarang daerah-daerah ini diminta menyiapkan kesiapan untuk menjadi mitra IKN,” ujar Karel.
Menurutnya, pemerintah daerah diminta menyiapkan dokumen terkait potensi industri, jasa, hingga pariwisata yang dapat mendukung kebutuhan pengembangan IKN.
Karel menilai Bontang memiliki kekuatan industri yang cukup besar. Selain didukung keberadaan perusahaan besar seperti PT Badak LNG dan PT Pupuk Kalimantan Timur, kawasan industri di Bontang Lestari juga terus berkembang.
Di kawasan tersebut saat ini terdapat sejumlah perusahaan besar seperti EUP dan GPP. Selain itu, proyek soda ash dan amonium nitrat dinilai memiliki peluang hilirisasi industri yang cukup besar.
“Kami tidak hanya mendata industrinya saja, tetapi juga melihat peluang industri turunannya. Misalnya amonium nitrat itu nantinya bisa berkembang menjadi industri turunan lain lagi,” katanya.
Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan meliputi masterplan kawasan industri, jenis produksi, kapasitas produksi, hingga peluang pengembangan hilirisasi industri.
Seluruh data tersebut nantinya akan menjadi bagian dari dokumen pengajuan Daerah Mitra IKN yang disampaikan ke Otorita IKN.
Saat ini proses pengumpulan dokumen masih dilakukan secara bertahap. DPMPTSP Bontang juga akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan lain untuk melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.
“Keuntungannya tentu industri-industri di Bontang bisa lebih mudah dipromosikan, mendapat dukungan pengembangan, termasuk peluang kemudahan investasi,” pungkasnya.







