KALTIMOKE, BONTANG – Momentum peringatan Hari Kartini 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kota Bontang untuk mendorong keterlibatan perempuan yang lebih luas dalam pembangunan dan demokrasi. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Dialog Demokrasi yang digelar, Kamis (23/04/2026).
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua KPU Bontang, Muzarobby Renfly, pimpinan instansi vertikal, Ketua GOW Bontang, serta tokoh perempuan dan masyarakat.
Dalam forum itu, peran perempuan dalam pembangunan daerah kembali ditegaskan sebagai elemen penting. Sambutan Wali Kota Bontang yang dibacakan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Retno Febriaryanti, menyebut perempuan memiliki posisi strategis dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, hingga perubahan sosial.
“Perempuan bukan hanya bagian dari pembangunan, tetapi kekuatan utama dalam mendorong perubahan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Selain itu, Pemkot Bontang juga menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan melalui kebijakan yang konkret. Salah satunya dengan pengalokasian Anggaran Responsif Gender sebesar Rp37,26 miliar pada tahun 2025.
Dengan komposisi perempuan yang mencapai 48,34 persen dari total penduduk, keterlibatan aktif perempuan dinilai menjadi faktor kunci dalam mendukung visi Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Peringatan Hari Kartini ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan membuka ruang partisipasi yang lebih inklusif bagi perempuan di berbagai sektor, termasuk politik dan pembangunan daerah.







