KALTIMOKE, BONTANG — Sebanyak 20 orang kontingen Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bontang resmi dilepas untuk mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) FPTI Kalimantan Timur Kelompok Umur 2026 di Samarinda. Pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Rumah Jabatan Ketua DPRD Kota Bontang, Selasa (12/5/2026).
Kontingen tersebut terdiri dari 16 atlet muda serta empat ofisial dan pelatih yang akan membawa nama Kota Bontang pada ajang tingkat provinsi tersebut.
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyampaikan apresiasi kepada pengurus baru FPTI Bontang yang dinilai menunjukkan keseriusan dalam membina atlet hingga mampu memberangkatkan kontingen ke Kejurprov.
“Atas nama DPRD saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus baru FPTI yang sudah menunjukkan keseriusannya membuktikan bisa memberangkatkan atlet kita,” ujarnya.
Andi Faiz mengaku melihat perkembangan pembinaan panjat tebing di Bontang mulai menunjukkan kemajuan dibanding beberapa tahun terakhir.
“Saya menyampaikan ini secara objektif. Saya lihat perkembangan FPTI beberapa tahun belakangan ini sebelumnya nyaris kurang terlihat dengan kasat mata. Saya sering jogging dan melihat anak-anak ini rutin latihan di Sport Center,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pertanda positif bagi pembinaan olahraga panjat tebing di Kota Bontang.
“Ini menunjukkan Kota Bontang menuju arah yang lebih baik dalam pembinaan atlet FPTI,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan para atlet bahwa keberangkatan mereka ke Kejurprov merupakan hasil dari proses seleksi dan penilaian pelatih, sehingga harus dijadikan motivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
“Kalian hadir di tahap akhir proses seleksi yang memiliki pertimbangan dari pelatih. Semoga ini menjadi motivasi dalam Kejurprov nanti. Jangan cepat merasa puas, jadikan event ini untuk mengharumkan nama Kota Bontang,” ucapnya.
Politisi Golkar itu menegaskan perjalanan para atlet masih panjang, termasuk peluang tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
“Ke depan kalian akan menuju Porprov dengan kelompok usia 19 atau 21 tahun. Semua itu membutuhkan proses. Kalau kalian memiliki prestasi yang baik, rajin berlatih, dan attitude yang baik, tentu akan menjadi pertimbangan pelatih,” katanya.
Andi Faiz juga berpesan agar para atlet menjaga disiplin dan sikap selama menjalani pembinaan maupun pertandingan.
“Jadilah atlet yang memiliki mental dan perilaku yang baik. Hormati pelatih, karena salah satu kunci atlet itu disiplin. Atlet yang berhasil adalah atlet yang memiliki perilaku yang baik dan bisa membanggakan orang tua,” pesannya.
Ia berharap Bontang ke depan mampu menjadi salah satu lumbung atlet panjat tebing di Kalimantan Timur hingga tingkat nasional.
“Semoga ini menjadi langkah awal agar Kota Bontang menjadi lumbung atlet panjat tebing di tingkat Kalimantan Timur maupun nasional,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Faiz turut menyinggung kondisi keterbatasan anggaran yang saat ini dialami banyak daerah, namun Bontang masih mampu mengirim atlet ke Kejurprov junior.
“Hari ini Kota Bontang masih bisa mengirim atlet ke Kejurprov junior, kalian harus bersyukur. Hampir semua kabupaten dan kota sedang mengalami defisit anggaran. Saya apresiasi pengurus baru karena ada partisipasi dari pihak-pihak yang ingin melihat anak-anak Bontang berhasil di olahraga panjat tebing,” katanya.
Ia juga mengaku menitipkan uang saku tambahan bagi para atlet melalui pengurus sebagai bentuk dukungan moril sebelum bertanding.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang, Eko Mashudi mengatakan keikutsertaan atlet muda dalam Kejurprov menjadi bagian dari proses menambah pengalaman bertanding.
“Insyaallah dengan ikutnya atlet muda kita bisa menambah pengalaman. Sebelumnya kita juga sudah mengikuti BK Porprov walaupun belum mendapat medali, tetapi kita bisa sampai empat besar,” ujarnya.
Eko menjelaskan hasil Kejurprov nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan atlet yang dipersiapkan menuju Porprov 2026 di Paser, khususnya kelompok usia 17 dan 19 tahun.
Ia juga berharap seluruh cabang olahraga tetap aktif berkoordinasi dengan KONI maupun Dispopar agar pembinaan atlet tetap berjalan meski kondisi anggaran masih terbatas.
“Kami ingin seluruh cabor tetap aktif dan terus berkomunikasi dengan KONI maupun Dispopar. Walaupun kegiatan atlet belum seluruhnya terfasilitasi APBD, secara pribadi saya juga ingin ikut berpartisipasi mendukung kegiatan atlet,” katanya.
Eko turut mengingatkan para atlet agar menjaga mental bertanding saat menghadapi lawan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
“Jangan lengah, terus komunikasi dengan pelatih dan ikuti arahan pelatih baik secara teknis maupun psikologis. Kadang secara teknis kita bagus, tetapi mental kita turun duluan sehingga tidak bisa menunjukkan kemampuan terbaik,” pesannya.
“Bertarung dan berjuanglah dengan kebanggaan sebagai atlet, untuk membanggakan orang tua dan Kota Bontang. Tambah pengalaman dan tunjukkan penampilan terbaik,” pungkasnya.







