Bontang Bidik Investasi Energi Hijau, PLTS hingga Waste-to-Energy Jadi Peluang Baru

by
Pejabat Fungsional Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang, Karel

KALTIMOKE, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai mengarahkan pengembangan investasi ke sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai upaya memperluas struktur ekonomi daerah sekaligus menjawab tren transisi energi global. Potensi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, biomassa berbasis Crude Palm Oil (CPO), hingga pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan.

Sebagai kota industri, Bontang dinilai memiliki modal yang kuat untuk menarik investasi di sektor energi bersih. Tingginya kebutuhan energi serta dukungan kawasan industri menjadi faktor yang membuka peluang penerapan teknologi energi terbarukan secara lebih luas.

Pejabat Fungsional Ahli Madya Analis Kebijakan Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Bontang, Karel, mengatakan kebutuhan terhadap energi ramah lingkungan terus meningkat seiring komitmen berbagai negara dalam menekan emisi karbon dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.

“Kebutuhan energi bersih terus berkembang secara global. EBT seperti PLTS atap, biomassa, dan waste-to-energy merupakan sektor yang memiliki peluang besar ke depan. Walaupun saat ini masih dalam tahap pengembangan, tren investasi dunia sudah mengarah ke sektor tersebut,” ujar Karel, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, salah satu peluang yang dapat segera dikembangkan adalah pemanfaatan PLTS atap pada bangunan industri, perkantoran, hingga fasilitas pelayanan publik. Selain mengurangi ketergantungan pada energi konvensional, penggunaan energi surya juga mendukung penerapan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, pengembangan biomassa berbasis CPO dinilai memiliki potensi besar karena didukung ketersediaan bahan baku dan perkembangan teknologi yang mampu menghasilkan energi alternatif bernilai ekonomi.

Di sisi lain, teknologi waste-to-energy juga menawarkan manfaat ganda, yakni menghasilkan energi dari limbah sekaligus membantu mengurangi persoalan pengelolaan sampah di perkotaan.

Karel menambahkan, perkembangan teknologi yang semakin efisien membuat investasi di sektor energi terbarukan menjadi semakin kompetitif dan menarik bagi dunia usaha.

Untuk mendukung masuknya investasi, Pemerintah Kota Bontang melalui DPMPTSP terus memperkuat pelayanan perizinan serta memberikan kepastian regulasi kepada para investor. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan proyek-proyek energi hijau.

Dengan dukungan sektor industri, potensi sumber daya, dan komitmen pemerintah daerah dalam mempermudah investasi, sektor Energi Baru Terbarukan diyakini dapat menjadi salah satu penggerak baru pertumbuhan ekonomi Bontang di masa depan.

“Selain dapat memperluas struktur investasi daerah, tentunya sektor ini akan memperkuat citra Bontang sebagai kota industri yang mampu mengikuti perkembangan ekonomi hijau global,” pungkas Karel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.