KALTIMOKE, BONTANG – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Pertalite ke sejumlah SPBU di Kota Bontang tetap berjalan sebagai upaya meredam antrean BBM yang terjadi dalam sepekan terakhir.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Pertamina bersama DPRD dan Pemerintah Kota Bontang membahas persoalan distribusi BBM, termasuk langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan di lapangan.
Manajer Humas PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengapresiasi langkah DPRD Bontang yang mempertemukan Pertamina, pemerintah daerah, dan para pengusaha untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
“Tadi kita sudah membahas soal solusi dengan DPRD Bontang,” ungkapnya.
Sementara itu, Sales Area Manager Retail Kalimantan Timur dan Utara PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fajri, menjelaskan bahwa jika kuota yang tersedia dibagi berdasarkan jumlah SPBU di Bontang, rata-rata pasokan setara sekitar 11 kiloliter (KL) Pertalite per SPBU setiap hari.
“Per hari itu sekitar 11 KL,” ujar Narotama.
Namun, angka tersebut tidak berarti setiap SPBU akan selalu menerima volume yang sama. Pertamina akan menyesuaikan penyaluran berdasarkan tingkat permintaan masyarakat di masing-masing SPBU.
“Kalau demand tinggi, kita salurkan tinggi,” katanya.
Menurut Narotama, pola distribusi tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk menjaga penyaluran kuota BBM di Kota Bontang tetap optimal hingga akhir tahun.
Selain persoalan volume pasokan, dalam pembahasan tersebut juga muncul permintaan agar pengiriman BBM ke SPBU dilakukan lebih awal, khususnya pada shift pertama.
Narotama menyebut waktu pengiriman yang diusulkan berada pada rentang pukul 09.00 hingga 11.00 WITA.
“Rentangnya antara jam 09.00 sampai jam 11.00,” pungkasnya.
Dengan pengaturan distribusi tersebut, Pertamina berharap ketersediaan Pertalite di SPBU Bontang dapat lebih terjaga sekaligus mengurangi potensi antrean panjang yang dikeluhkan masyarakat.







