KALTIMOKE, BONTANG – Sebanyak 19 dari 28 peserta yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang dinyatakan kompeten. Sementara itu, sembilan peserta lainnya dinyatakan belum kompeten setelah mengikuti seluruh rangkaian ujian yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026.
Pengumuman hasil UKW tersebut disampaikan dalam acara penutupan di Badak Learning Center (BLC) PT Badak NGL, Rabu (21/10/2026) siang.
Perwakilan tim penguji, Abdurrahman Amin, menjelaskan bahwa sebanyak 30 peserta telah mendaftarkan diri dalam kegiatan tersebut. Para peserta terbagi ke dalam lima kelas, yakni empat kelas jenjang muda dan satu kelas jenjang madya.
Namun, dari total peserta yang terdaftar, sebanyak 28 orang hadir hari pertama. Namun di hari kedua, 2 orang peserta mengundurkan diri dan menyisakan 26 peserta yang mengikuti hingga menyelesaikan seluruh rangkaian ujian. Dari jumlah tersebut, 19 peserta dinyatakan kompeten, sedangkan sembilan lainnya belum memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
“Yang masih belum berhasil tentu masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitasnya di event-event (UKW) berikutnya,” ujar Rahman.
Perwakilan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Pikiran Rakyat, Wiwit Marhaendra Wijaya, mengatakan kelengkapan berkas peserta turut membantu kelancaran proses penerbitan sertifikat bagi wartawan yang dinyatakan kompeten.
“Alhamdulillah sampai pelaksanaan tidak ada hambatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta dapat dinyatakan belum kompeten apabila memperoleh nilai di bawah batas minimal 70 pada satu atau dua materi ujian. Adapun materi yang kerap menjadi kendala pada jenjang madya dan utama antara lain perencanaan investigasi serta pembuatan tajuk rencana.
Ketua PWI Bontang, Muhammad Kusnadi, mengakui pelaksanaan UKW menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Menurutnya, sejumlah wartawan merasa tertekan dan kebingungan saat menghadapi materi ujian.
Karena itu, ia menilai PWI Bontang perlu lebih sering menggelar diskusi dan coaching dalam kelompok kecil di internal organisasi untuk mempersiapkan wartawan menghadapi UKW berikutnya.
“Wartawan itu harus kuat mental,” kata Kusnadi.
Ia juga menegaskan bahwa UKW penting sebagai tolak ukur kompetensi dan profesionalitas wartawan. Menurutnya, pengalaman bertahun-tahun di dunia jurnalistik tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap sertifikasi kompetensi.
“Walaupun kalian sudah 5 tahun berwartawan, tapi sampai tidak ber-UKW pun juga dipertanyakan,” ujarnya.
Kusnadi menambahkan, pelaksanaan UKW secara mandiri membutuhkan biaya sehingga kesempatan yang difasilitasi penuh oleh PT Badak NGL menjadi peluang berharga bagi wartawan di Bontang.
“Saya sangat berharap 6 bulan ke depan kawan-kawan bisa ikut lagi jika ada kesempatan ber-UKW,” katanya.
Sementara itu, perwakilan peserta, Rezwan, mengungkapkan dirinya sempat merasa ragu dalam mengikuti ujian karena jarang terlibat dalam rapat redaksi di tempatnya bekerja. Ia mengaku terbantu dengan kegiatan pra-UKW yang diikutinya sebanyak dua kali.
Rezwan juga menyarankan peserta yang belum kompeten untuk kembali mempelajari materi yang telah diberikan panitia sebagai persiapan menghadapi ujian ulang.
Dukungan juga disampaikan Manajer CSR PT Badak NGL, Putra Peni Luhur Wibowo. Ia meminta peserta yang belum kompeten agar tidak berkecil hati dan tetap bersemangat meningkatkan kemampuan jurnalistiknya.
“Jangan berkecil hati bagi yang belum berkompeten,” ujarnya.
Luhur berharap wartawan di Bontang dapat terus mengembangkan kapasitasnya hingga mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Ia mengatakan, program UKW tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), yang salah satu aspek penilaiannya adalah keberlanjutan program.
Menurutnya, dukungan terhadap UKW memiliki kesamaan dengan program sertifikasi profesi lain yang difasilitasi perusahaan, seperti sertifikasi welder dan scaffolding.
“Ini salah satu CSR kami, di mana salah satu yang dinilai adalah keberlanjutan. Kami berharap wartawan yang dinyatakan kompeten kali ini dapat bermanfaat dalam pekerjaan maupun jika ingin melanjutkan ke media nasional,” ucapnya.
Penutupan UKW PWI Bontang 2026 diakhiri dengan penyerahan plakat dari PWI Bontang kepada sejumlah pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama tim penguji, perwakilan perusahaan, panitia, dan peserta.







