KALTIMOKE, BONTANG – Ketiadaan investor besar yang masuk ke Kota Bontang beberapa tahun terakhir tidak membuat aktivitas ekonomi di daerah ini lesu. Sebaliknya, sektor usaha mikro dan kecil justru tumbuh pesat dan menjadi salah satu penopang utama perekonomian lokal.
Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Karel, mengatakan selama setahun terakhir belum ada investasi berskala besar yang masuk ke kota tersebut. Namun, kondisi itu diimbangi dengan meningkatnya jumlah pelaku usaha mikro dan kecil yang membuka bisnis di berbagai sektor.
“Pada tahun lalu, tidak ada investor besar yang masuk. Namun, usaha kecil dan mikro mengalami peningkatan yang signifikan,” ujar Karel saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, pertumbuhan usaha mikro terlihat di sejumlah sektor, terutama perdagangan makanan dan minuman. Berbagai jenis usaha seperti kafe, warung makan, hingga toko kelontong menjadi pilihan yang banyak diminati masyarakat.
Selain sektor kuliner, geliat usaha juga terlihat pada sektor ritel. Meningkatnya jumlah tenant yang menyewa ruang usaha di Bontang City Mall menjadi salah satu indikator bertumbuhnya aktivitas ekonomi skala kecil dan menengah.
“Banyak pelaku usaha yang membuka bisnis butik, usaha jahit, hingga kerajinan tangan. Sektor ini menjadi sangat diminati masyarakat,” katanya.
Karel menjelaskan, mayoritas usaha mikro dan kecil yang berkembang di Bontang dikelola oleh pengusaha lokal. Berdasarkan klasifikasi usaha, usaha mikro memiliki modal di bawah Rp100 juta, sedangkan usaha kecil berada pada rentang modal Rp100 juta hingga Rp5 miliar.
Meski nilai modal yang dimiliki relatif kecil dibanding investasi besar, kontribusi sektor tersebut dinilai cukup signifikan terhadap perputaran ekonomi daerah.
“Dengan jumlah yang banyak, usaha-usaha kecil ini memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi Bontang,” ungkapnya.
Ia optimistis sektor usaha mikro akan terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berwirausaha. Peluang usaha yang masih terbuka lebar dan kebutuhan modal yang relatif terjangkau menjadi faktor pendorong tumbuhnya pelaku usaha baru di Kota Bontang.
“Peluangnya masih sangat terbuka, terutama bagi mereka yang ingin memulai usaha dengan dana terbatas,” tutupnya.







