KALTIMOKE, BONTANG – Retribusi dari layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu sumber pendapatan yang terus menunjukkan tren positif bagi Pemerintah Kota Bontang. Hingga akhir Mei 2026, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat penerimaan daerah dari sektor tersebut telah mendekati angka Rp500 juta.
Besaran penerimaan itu dihimpun dari berbagai pengajuan PBG yang masuk sejak Januari 2026. Tidak hanya berasal dari proyek milik perusahaan, kontribusi juga datang dari masyarakat yang mengurus legalitas bangunan tempat tinggal.
Pejabat Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Idrus, mengatakan capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya kesadaran pemohon untuk memenuhi ketentuan perizinan sebelum mendirikan bangunan.
“Retribusi yang sudah terkumpul merupakan gabungan dari permohonan PBG perusahaan dan rumah tinggal milik warga,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Meski realisasi tahun ini dinilai cukup baik, DPMPTSP memperkirakan potensi pendapatan dari sektor tersebut akan jauh lebih besar pada 2027. Optimisme itu didorong oleh proses pembangunan Pabrik Soda Ash Bontang yang masih menyisakan sejumlah tahapan administrasi.
Idrus mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat sekitar 15 dokumen Persetujuan Bangunan Gedung untuk proyek tersebut yang belum tuntas diproses. Ketika seluruh perizinan rampung, nilai retribusi yang masuk ke kas daerah diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
“Masih ada sekitar 15 item PBG dari proyek Soda Ash yang sedang berproses. Itu berpotensi menambah penerimaan retribusi pada tahun depan,” katanya.
Untuk mendukung target tersebut, DPMPTSP berkomitmen menjaga kualitas pelayanan perizinan agar investasi dapat berjalan sesuai jadwal. Di sisi lain, setiap proses tetap dilaksanakan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kepastian pelayanan kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
Pemerintah berharap peningkatan aktivitas investasi yang dibarengi kepatuhan dalam pengurusan perizinan bangunan dapat memperkuat Pendapatan Asli Daerah sekaligus menjadi penopang pembangunan Kota Bontang di berbagai sektor.





