KALTIMOKE, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang semakin serius menempatkan pemuda sebagai motor utama pembangunan daerah. Melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar), upaya itu diwujudkan dengan memperkuat peran organisasi kepemudaan agar selaras dengan program strategis pemerintah, khususnya agenda “Berbenah”.
Komitmen ini terlihat dalam kegiatan optimalisasi peran ketua organisasi dalam Mendukung Program Pemerintah Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Pemuda Kantor Dispopar, Jalan A Yani, Selasa (14/4/2026). Sekitar 30 ketua organisasi kepemudaan se-Kota Bontang dilibatkan dalam forum yang tak sekadar menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah menyatukan arah gerak.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa keberhasilan program pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Pemuda, menurutnya, adalah mitra strategis yang memiliki energi, jaringan, dan pengaruh langsung di tengah masyarakat.
“Program ‘Berbenah’ tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan pemuda. Mereka harus menjadi motor penggerak perubahan,” tegasnya.
Ia menekankan, organisasi kepemudaan harus bertransformasi menjadi ruang produktif yang melahirkan gagasan inovatif, bukan sekadar tempat berkumpul. Dari sinilah, ide-ide kreatif diharapkan muncul untuk menjawab tantangan pembangunan kota ke depan.
Senada, Kepala Dispopar Bontang Eko Marsudi menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk menyinkronkan gerak pemuda dengan arah kebijakan pemerintah. Ia menilai, potensi pemuda di Bontang sangat besar dan belum sepenuhnya dioptimalkan.
Dengan komposisi mencapai sekitar 59 persen dari total penduduk, pemuda menjadi kekuatan utama dalam menyongsong bonus demografi dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Ini potensi luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengelolanya agar sejalan dengan program pemerintah dan berdampak nyata,” ujarnya.
Namun, tantangan masih ada. Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kota Bontang saat ini berada di angka 70,3, masih di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 74. Kondisi ini menjadi alarm sekaligus peluang bagi organisasi kepemudaan untuk meningkatkan kontribusinya.
“Ini bukan sekadar angka, tapi indikator bahwa peran pemuda masih perlu diperkuat,” jelas Eko.
Forum ini akan berlangsung selama dua hari hingga Rabu (15/4/20205) ini, pemerintah berharap melalui kegiatan ini lahir kolaborasi yang lebih solid antara pemuda dan pemerintah. Serta mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya aktif, tetapi juga kompeten, inovatif, dan siap menjadi ujung tombak pembangunan Bontang di masa depan.






