KALTIMOKE, BONTANG – Wali Kota Neni Moerniaeni didampingi Wakil Wali Kota Agus Haris menghadiri kegiatan halal bihalal di Masjid Ash-Habul Kahfi, Kelurahan Bontang Lestari, Selasa malam (14/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Bontang Lestari Muhammad Akbar Aditya, Ketua Takmir Masjid Taufik, Ketua Panitia Abdul Wahab, serta penceramah Islahudin Su’aib Al-Hafidz. Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga sekitar yang memadati area masjid.
Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai bagian dari tradisi halal bihalal pasca Idulfitri. Menurutnya, momentum ini menjadi sarana efektif untuk saling memaafkan sekaligus mempererat persatuan di tengah masyarakat.
“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga wujud kebersamaan dan kekuatan sosial yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program bantuan sosial. Salah satunya adalah program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada tahun 2025, program tersebut telah membantu 12 rumah warga di Kelurahan Bontang Lestari.
Ia menegaskan, kebijakan pembangunan saat ini lebih memprioritaskan bantuan sosial dibandingkan pembangunan infrastruktur semata, dengan tujuan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di bidang pendidikan, Neni juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi perkembangan anak, khususnya terkait penggunaan gadget. Ia mengimbau agar penggunaan gawai dibatasi dan diimbangi dengan peningkatan pendidikan agama, termasuk kemampuan membaca Al-Qur’an.
“Perhatian orang tua sangat penting agar anak-anak tidak terpengaruh hal negatif, serta tetap memiliki dasar agama yang kuat,” tambahnya.
Pemerintah Kota Bontang, lanjutnya, juga terus berupaya menangani persoalan anak putus sekolah serta berbagai masalah sosial lainnya di lingkungan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, wali kota turut berinteraksi langsung dengan warga. Ia juga memberikan apresiasi kepada anak-anak dan ibu-ibu pengajian yang mampu menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an.





