KALTIMOKE, BONTANG – Kerinduan terhadap kampung halaman tidak selalu harus diwujudkan dengan pulang ke Sulawesi Selatan. Di Kota Bontang, rasa itu justru akan dihidupkan melalui permainan tradisional dalam gelaran KKSS CUP I 2026.
Kegiatan yang digagas Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bontang tersebut menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Namun, lebih dari sekadar perlombaan, agenda ini dirancang sebagai ruang berkumpul bagi warga Sulawesi Selatan sekaligus menjaga permainan tradisional agar tetap dikenal generasi muda.
Ketua Panitia KKSS CUP I 2026, Andi Amri, mengatakan kegiatan ini akan mempertemukan seluruh pilar KKSS se-Kota Bontang dalam suasana yang sederhana dan penuh kekeluargaan.
Rangkaian kegiatan dimulai Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 19.00 Wita, dengan agenda pembukaan dan perlombaan bersama seluruh pilar KKSS.
Sehari berikutnya, Minggu, 23 Agustus 2026, perlombaan tradisional akan dilanjutkan sejak pukul 07.00 hingga penutupan 23.00 Wita, . Seluruh kegiatan dipusatkan di Stadion Bessai Berinta, Bontang.
Tujuh permainan tradisional disiapkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Di antaranya lomba mini soccer (putra dan putri), sepak takraw , tarik tambang (putra dan putri), Asin (putra dan putri), lari karung (putra dan putri), lari tempurung (putra dan putri) serta lomba lari egrang bambu (putra dan putri).
Bagi panitia, permainan-permainan tersebut bukan hanya sarana hiburan. Di dalamnya terdapat nilai budaya dan kenangan masa lalu yang masih melekat pada masyarakat Sulawesi Selatan.
“Ini adalah momentum kemerdekaan warga Sulawesi Selatan di perantauan agar mampu selalu menjaga silaturahmi, baik antara pilar KKSS maupun antar-suku lainnya di Kota Bontang,” ujar Andi.
Konsep tersebut menjadi pembeda KKSS CUP I 2026. Kompetisi tidak diarahkan semata-mata untuk mengejar kemenangan, tetapi menjadi momentum untuk kembali merasakan suasana kebersamaan seperti ketika berada di kampung halaman.
Nuansa kebudayaan juga akan dipadukan dengan hiburan. Panitia menghadirkan Drum Band Eroh Dahana Patra Drum Corps PT Badak NGL untuk menambah semarak acara.
Sementara itu, talenta muda Bontang, Aqillah Rachil Zahrana Rustam, dijadwalkan tampil membawakan lagu Indonesia Pusaka dan lagu Bugis Alasi Ripolo Dua.
Kehadiran lagu nasional dan lagu Bugis tersebut diharapkan semakin memperkuat pesan yang ingin dibawa panitia: bahwa kecintaan terhadap tanah air dan identitas budaya dapat berjalan beriringan.
Andi berharap KKSS CUP I 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial dalam rangka HUT RI. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antar-pilar KKSS sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat dari berbagai latar belakang di Kota Bontang.
“Semangat kebersamaan ini diharapkan dapat terus dijaga, sehingga warga Sulawesi Selatan di perantauan tetap memiliki hubungan kekeluargaan yang kuat dan bersama-sama menjaga keharmonisan Kota Bontang,” katanya.
Dengan demikian, Stadion Bessai Berinta pada akhir pekan ini tidak sekadar menjadi arena pertandingan. Tempat tersebut diharapkan berubah menjadi ruang perjumpaan, tempat nostalgia kampung halaman, budaya, olahraga tradisional, dan semangat kemerdekaan bertemu dalam satu perayaan.
KKSS CUP I 2026 pun menjadi pengingat bahwa merawat budaya tidak selalu harus dilakukan melalui acara besar. Terkadang, cukup dengan berkumpul, bermain bersama, dan memperkenalkan kembali permainan warisan leluhur kepada generasi berikutnya.





