Kasus HIV/AIDS di Samarinda Meningkat, Pemkot Bontang Perkuat Edukasi Kesehatan Masyarakat

by

 

KALTIMOKE, BONTANG – Dinas Kesehatan Samarinda mencatat sebanyak 223 kasus HIV ditemukan dalam kurun waktu Januari hingga Juli 2025. Dari jumlah tersebut, 63 jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat HIV/AIDS. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran dari sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Kota Bontang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS, terutama karena Kota samarinda merupakan salah satu tujuan pendidikan lanjutan bagi pelajar dari berbagai daerah.

Ia menekankan pentingnya edukasi yang berkelanjutan untuk mencegah penyebaran virus tersebut di kalangan remaja dan masyarakat umum.

“Pemerintah Kota Bontang terus mendorong edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama melalui sekolah dan organisasi kemasyarakatan. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak dalam gerakan keluarga sakinah untuk membangun pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku berisiko,” ujarnya, Selasa (19/8), kepada EKSPOSKALTIM.

Neni juga mengakui bahwa perkembangan teknologi turut memengaruhi pola pergaulan masyarakat yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran HIV/AIDS. Karena itu, peran aktif pemerintah dan masyarakat menurutnya sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Ini menjadi ujian sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk mengedukasi dan melindungi masyarakat dari bahaya HIV/AIDS,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kasus HIV/AIDS juga ditemukan di Kota Bontang. Namun, saat ini, jumlah kasus cenderung stabil, tidak mengalami peningkatan maupun penurunan signifikan. Hal ini, menurutnya, karena pemerintah kota telah memberikan terapi dan perawatan kepada para penderita melalui penyediaan obat anti-retroviral (ARV).

“Penting untuk diketahui bahwa ARV membantu meningkatkan kualitas hidup penderita HIV. Kami terus memastikan bahwa mereka mendapatkan akses pengobatan yang layak,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Wali Kota Bontang menyatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Kesehatan untuk memantau dan mengevaluasi situasi HIV/AIDS di wilayahnya secara berkala.(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.