KALTIMOKE, BONTANG – Posyandu tidak lagi hanya melayani balita. Melalui program Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), layanan kesehatan kini dapat diakses oleh seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, dalam satu lokasi.
Puskesmas Bontang Selatan I terus mengintensifkan sosialisasi program tersebut guna meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Posyandu ILP mengusung konsep pelayanan terpadu berbasis siklus hidup, sehingga setiap kelompok usia mendapatkan layanan sesuai kebutuhannya.
Penanggung jawab Posyandu, Murni, S.KM, mengatakan Posyandu ILP menghadirkan berbagai layanan kesehatan dalam satu kunjungan.
“Tidak hanya penimbangan balita, tetapi juga imunisasi, konsultasi gizi, dan edukasi kesehatan bagi semua usia,” ujarnya, Kamis, (30/4/2026).
Untuk balita, layanan mencakup pengukuran tinggi dan berat badan, panjang badan, serta lingkar kepala guna memantau tumbuh kembang dan mendeteksi dini masalah gizi, termasuk stunting. Ibu hamil juga mendapatkan pemeriksaan rutin serta pendampingan selama masa kehamilan.
Sementara itu, anak dan remaja usia 6–17 tahun mendapatkan edukasi kesehatan dasar dan kesehatan reproduksi. Kelompok dewasa dan lansia memperoleh layanan skrining penyakit, seperti tuberkulosis, pemeriksaan kesehatan jiwa, serta edukasi pola hidup sehat. Khusus lansia, juga dilakukan penilaian tingkat kemandirian.
Murni menyebutkan, kemudahan akses menjadi keunggulan utama Posyandu ILP karena masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan sekaligus dalam satu kunjungan.
Kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini juga menunjukkan peningkatan. Capaian program saat ini telah mencapai sekitar 80 persen dan terus mengalami tren positif.
“Warga mulai rutin datang ke posyandu. Kader juga aktif, bahkan mendatangi warga yang tidak bisa hadir,” tambahnya.
Di wilayah kerja Puskesmas Bontang Selatan I, terdapat 20 Posyandu ILP yang tersebar di sejumlah kelurahan. Kegiatan dilaksanakan setiap bulan mulai tanggal 1 hingga 20 sesuai jadwal.
Untuk mendapatkan layanan, masyarakat cukup membawa buku KIA dan fotokopi Kartu Keluarga terbaru.
Program Posyandu ILP diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat yang lebih inklusif serta mendorong masyarakat untuk lebih rutin memeriksakan kesehatannya





