KALTIMOKE, BONTANG — Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bontang Utara dan Bontang Barat menggelar kelas politik bagi pemuda, Sabtu (15/8/2026), di Ruang Rapat Lantai 1, Gedung Graha Pemuda.
Kegiatan mengusung tema “Membentuk Pemuda Melek Politik dan Membangun Daerah dengan Solusi” ini dihadiri Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, sebagai pemateri dengan topik “Pengaruh Politik terhadap Pembangunan Daerah.”
Alfin menjelaskan, pendidikan politik penting agar pemuda memahami bagaimana proses pemerintahan dan pembangunan daerah berjalan. Menurutnya, kebijakan pembangunan tidak terlepas dari proses politik, termasuk dalam penyusunan dan pengalokasian anggaran.
“Proses anggaran itu tidak sesederhana kita membeli kacang di pasar. Ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari perencanaan, pembahasan, penetapan, hingga pelaksanaan,” ujar Alfin.
Ia menilai, politik dapat menjadi pendorong pembangunan apabila dijalankan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. Sebaliknya, politik bisa menjadi penghambat jika kepentingan kelompok lebih dikedepankan.
“Politik bisa menjadi kekuatan untuk mendorong pembangunan ketika kepentingan masyarakat menjadi tujuan bersama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Alfin juga mendorong pemuda Bontang untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Pemuda, kata dia, harus berani terlibat, menyampaikan gagasan, serta memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi daerah.
“Pemuda jangan hanya menjadi objek pembangunan. Pemuda harus menjadi bagian dari pembangunan,” tegasnya.
Legislator Partai Golkar itu pun menyebut bahwa, pemuda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan Kota Bontang. Karena itu, menurutnya, literasi politik dan pemahaman terhadap pemerintahan perlu terus ditingkatkan.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin Bontang di masa depan. Mulai sekarang harus belajar memahami pemerintahan, anggaran, dan persoalan masyarakat agar bisa mengambil peran dalam pembangunan,” pungkasnya.





