KALTIMOKE, BONTANG — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) menegaskan komitmennya untuk menertibkan lapak tenda dan pedagang di Pulau Beras Basah secara persuasif dan sesuai aturan yang berlaku. Hal ini disampaikan Kepala Dispopar, Eko Mashudi, dalam keterangannya usai rapat evaluasi.
Eko menjelaskan, penertiban dilakukan mengacu pada Permendagri Nomor 16 Tahun 2023, yang mengatur tahapan peringatan mulai dari pertama hingga ketiga sebelum tindakan lebih lanjut dilakukan.
“Kita tidak ingin kegiatan ini bersifat represif, tetapi persuasif. Sesuai aturan, harus ada peringatan bertahap,” ujarnya saat disambangi diruangannya Selasa, (14/4/2026).
Ia mengungkapkan, para pedagang menunjukkan sikap kooperatif. Pada peringatan pertama, sebagian pedagang bahkan telah melakukan pembongkaran lapak secara mandiri.
Meski demikian, Dispopar bersama lintas instansi akan kembali turun ke lapangan pada Jumat (17/4/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Satpol PP, TNI, Polri, Angkatan Laut, serta pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat.
“Kami akan monitoring langsung sekaligus melakukan aksi bersih-bersih sampah di Pulau Beras Basah,” kata Eko.
Dalam rapat sebelumnya, Eko juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan. Tujuannya untuk memastikan tidak ada celah kebijakan yang dapat merugikan masyarakat maupun melanggar hukum.
“Kita ingin tetap mengikuti aturan meskipun prosesnya terlihat memakan waktu,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya mengaku telah menyediakan lokasi alternatif bagi pelaku UMKM di area pujasera dekat mercusuar. Namun, sebagian pedagang memilih berpindah karena menganggap lokasi tersebut kurang strategis, sehingga memicu bertambahnya lapak di area yang tidak tertata.
Eko juga mengakui bahwa pengawasan di Pulau Beras Basah belum optimal, salah satunya karena belum adanya personel yang berjaga selama 24 jam di kawasan tersebut.
“Kami tidak melarang UMKM berusaha di sana, tetapi harus mengikuti aturan dan menempati lokasi yang sudah disediakan. Bagaimanapun, pengunjung tetap akan datang meski lokasinya agak jauh,” tegasnya.
Ia menambahkan, penataan lapak penting dilakukan agar aktivitas wisatawan lebih nyaman dan tertib. Selain itu, Dispopar juga menyiapkan solusi terkait kebutuhan air bersih di pulau tersebut.
“Karena tidak ada penduduk tetap, kita tidak bisa memasang PDAM. Sebagai solusi, akan disediakan bak penampungan air berukuran besar,” pungkasnya.






