KALTIMOKE, BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Aloysius Roni, mendesak PT. Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) untuk turun tangan menyelesaikan persoalan yang menimpa eks pekerja PT. Ekuator.
Menurutnya, sengketa yang telah berlangsung cukup lama itu tidak boleh terus dibiarkan tanpa kepastian bagi para pekerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Roni saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama eks pekerja PT. Ekuator, serikat pekerja, Dinas Ketenagakerjaan, serta pihak terkait di DPRD Bontang.
Roni menilai, dari sisi regulasi maupun hasil pemeriksaan Dinas Ketenagakerjaan, persoalan tersebut sebenarnya sudah memiliki dasar yang jelas. Namun hingga kini penyelesaiannya belum juga terealisasi.
“Kalau melihat putusan dan apa yang disampaikan teman-teman serikat serta Disnaker, sebenarnya sudah jelas. Persoalannya sekarang kenapa belum juga ada penyelesaian,” ujarnya pada Senin (3/8/2026).
Ia juga menyoroti adanya perubahan pola hubungan kerja yang dinilainya semakin memperumit persoalan, mulai dari keterlibatan PT Ekuator, PT Kaltim Nusa Etika (KNE), hingga perubahan kepemilikan saham perusahaan.
Menurut Roni, pembahasan tidak cukup hanya dilakukan di tingkat perusahaan pelaksana. Ia meminta Pupuk Kaltim sebagai pihak yang dinilai memiliki keterkaitan dengan perusahaan tersebut segera mengambil langkah konkret.
“Yang kami harapkan justru sikap dari Pupuk Kaltim. Tolong persoalan ini dibicarakan dengan manajemen agar tidak terus berlarut-larut,” tegasnya.
Roni mengaku prihatin terhadap nasib eks pekerja yang hingga kini masih menunggu kejelasan hak mereka. Ia menilai, jika penyelesaian hanya berhenti pada koordinasi tanpa keputusan, maka persoalan tersebut akan terus berulang.
“Kasihan para eks karyawan. Mereka sudah terlalu lama menunggu. Jangan hanya berhenti pada kalimat akan dikoordinasikan, tetapi harus ada solusi nyata,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan tersebut pada akhirnya juga akan berdampak pada citra Pupuk Kaltim di mata masyarakat.
Menurutnya, publik tidak akan membedakan hubungan antarperusahaan, melainkan melihat persoalan itu sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan induk atau perusahaan yang memiliki keterkaitan.
Karena itu, Roni berharap jajaran pimpinan Pupuk Kaltim dapat segera membahas persoalan tersebut dan menghadirkan penyelesaian yang memberikan kepastian hukum maupun keadilan bagi para eks pekerja PT Ekuator.






