KALTIMOKE, BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib mendorong penyedia fasilitas titik kumpul (assembly point) di berbagai instansi dan fasilitas tertutup milik pemerintah, sebagai upaya untuk memberikan keamanan terhadap masyarakat yang melakukan aktivitas pada daerah tersebut.
Menurutnya, langkah ini bertujuan sebagai lokasi aman untuk berkumpul pasca evakuasi saat terjadi kondisi darurat, seperti kebakaran atau gempa bumi.
“Assembly point atau titik kumpul itu penting misalnya ketika terjadi kebakaran, kita mau dievakuasi kemana, karena sudah kita sepakati titik kumpulnya kita sisah dievakuasi ke sana,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Selain itu, Muhammad Sahib juga mendorong pembangunan Assembly point atau titik kumpul harus dilakukan perencanaan dan pengukuran yang matang. Hal itu meliputi, ukuran luas area, dan jaraknya dari bangunan lain yang berpotensi membahayakan keselamatan saat terjadi bencana.
“Luasnya diperkirakan, Luas Assembly pointnya, jaraknya dengan bangunan lainnya, jumlah yang dapat ditampung,” katanya.
Ia menambahkan bahwa fasilitas tersebut perlu tersedia pada setiap instansi pemerintah agar proses evakuasi dapat berjalan lebih tertib terarah ketika terjadi bencana atau dalam keadaan darurat.
Muhammad Sahib berharap agar pemerintah daerah dapat menyediakan fasilitas Assembly point pada setiap fasilitas pelayanan publik maupun yang dikelola pemerintah sebagai upaya mitigasi bencana untuk meminimalisir resiko korban bencana.





