KALTIMOKE, BONTANG – Potensi investasi di kawasan Bontang Lestari masih menghadapi sejumlah tantangan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menilai ketersediaan infrastruktur dasar menjadi faktor utama yang perlu dibenahi untuk menarik minat investor.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, mengatakan kawasan Bontang Lestari memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai kawasan industri. Namun, sejumlah fasilitas penunjang seperti pasokan air, listrik, hingga infrastruktur pendukung lainnya masih perlu ditingkatkan.
Menurutnya, investor tidak hanya melihat ketersediaan lahan, tetapi juga kesiapan kawasan dalam menunjang operasional industri jangka panjang.
“Di Bontang Lestari masih memiliki banyak PR, terutama terkait air, listrik, dan fasilitas pendukung lainnya yang perlu dikembangkan agar kawasan ini dapat menjadi satu kawasan industri yang terintegrasi,” ujar Karel, Kamis (4/6/2026).
Selain itu, pembangunan pelabuhan bongkar muat juga dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Keberadaan pelabuhan akan memperkuat konektivitas logistik dan meningkatkan daya saing kawasan industri.
Karel juga menyoroti pentingnya kepastian bahan baku industri. Menurutnya, investor akan mempertimbangkan keberlanjutan pasokan bahan baku setidaknya untuk 20 tahun ke depan sebelum memutuskan berinvestasi.
Saat ini, kawasan peruntukan industri seluas 1.200 hektare di Bontang masih belum termanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah untuk meningkatkan daya tarik investasi daerah.





