KALTIMOKE, BONTANG – Ketua DPRD bersama Komisi C DPRD Bontang melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau sejumlah proyek strategis Pemerintah Kota Bontang dalam periode 2026. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah pembangunan Lapangan HOP 1, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana, sekaligus melihat desain, target penyelesaian pekerjaan, serta berbagai fasilitas yang nantinya melengkapi kawasan tersebut.
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, pembangunan Lapangan HOP 1 diharapkan dapat menjadi ruang publik yang baik sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Kota Bontang.
“Harapannya, setelah berfungsi nanti, Lapangan HOP 1 ini bisa menjadi bagian yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bontang sebagai ruang publik yang menarik,” ujarnya pada Senin (10/08/2026).
Menurutnya, DPRD perlu memastikan secara langsung berbagai aspek pembangunan, mulai dari desain, progres pekerjaan, target penyelesaian hingga fasilitas pendukung yang akan dibangun. Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui bagian-bagian yang akan diperbaiki, baik di Lapangan HOP 1 maupun kawasan Rumah Kreasi Milenial (RKM).
“Kita ingin mengetahui desain gambarnya, progresnya, target pekerjaannya sampai kapan, kemudian apa saja yang akan dibangun sebagai sarana fasilitas pendukung. Bagian yang ada saat ini juga apa saja yang akan diperbaiki, baik di Lapangan HOP 1 maupun RKM,” katanya.
Faizal berharap setelah difungsikan, kawasan tersebut dapat menjadi salah satu ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat.
“Pada saat nanti difungsionalkan, ini menjadi bagian yang saya kira akan menjadi objek yang selalu dikunjungi oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Robysai Manassa Malisa, menjelaskan pembangunan Lapangan HOP 1 saat ini telah memasuki tahap kedua.
Ia menyebut pembangunan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu ikon ruang publik di Kota Bontang. Pada tahap sebelumnya, sejumlah fasilitas telah dikerjakan, di antaranya jalan keliling, sebagian pagar, drainase, taman, lapangan voli, area bermain anak, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
“Yang pertama yang dibangun adalah jalan keliling, kemudian sebagian pagar, drainase, taman, lapangan voli, tempat bermain anak dan taman. Kemudian ada totem atau tiang sebanyak 10 di depan, serta penerangan yang ada di lapangan ini,” jelas Robysai.
Hingga saat ini, progres pembangunan Lapangan HOP 1 telah mencapai sekitar 22 persen. Namun, terdapat satu fasilitas yang masih ditunda pengerjaannya karena keterbatasan anggaran, yakni panggung.
Robysai mengatakan sebagian besar pekerjaan yang dilakukan saat ini berkaitan dengan pengadaan material dan fasilitas pendukung. Mulai dari lampu, taman, kursi taman hingga totem telah dipersiapkan.
“Kita harapkan sekitar bulan 10 material yang akan dipasang itu sudah terpasang, sehingga pada 15 Desember nanti semua pekerjaan sudah kita tuntaskan,” ujarnya.
Selain Lapangan HOP 1, pemerintah juga melakukan sejumlah perbaikan pada kawasan RKM. Perbaikan tersebut mencakup penataan lorong dengan pemasangan plafon agar terlihat lebih menarik, pemasangan aluminium composite panel (ACP) pada bagian depan bangunan, serta pemasangan granit di bagian dalam.
Lantai tangga menuju bagian atas juga akan direhabilitasi. Selain itu, pengecatan ulang dilakukan agar tampilan bangunan dapat menyatu dengan konsep kawasan Lapangan HOP 1.
Pekerjaan lainnya yang cukup besar adalah pemasangan under seat atau struktur penyangga tempat duduk. Saat ini pekerjaan tersebut telah berjalan dan tiga bagian telah dibuat menggunakan mal.
“Kita harapkan bisa selesai sampai dengan bulan 10, sehingga kursi-kursi yang akan dipasang di atasnya bisa dipasang mulai bulan 10 ke atas,” kata Robysai.
Menanggapi itu, Faiz menegaskan pihaknya akan memastikan kualitas pembangunan sesuai dengan desain yang telah ditetapkan. Menurutnya, Lapangan HOP 1 nantinya akan menjadi kawasan yang mendapat perhatian masyarakat sehingga detail pekerjaan harus dikerjakan dengan baik.
“Kita pastikan bangunannya sesuai gambar. Jangan sampai kasar, cat tidak sesuai, karena semua mata akan tertuju ke sini,” tegasnya.
Ia menyadari kawasan tersebut memiliki keterbatasan ruang karena telah terdapat tiga bangunan. Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas penataan.
“Ini mau di bilang ruang publik, tapi sudah ada tiga gedung, jadi sempit ruang gerak dan pandangan mata. Tapi kita harus tetap maksimalkan apa yang sudah dibangun pemerintah,” pungkasnya.







