KALTIMOKE, BONTANG – Kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Bontang mulai stabil. Anggota DPRD Bontang, Rustam, menyebut hasil pemantauan di sejumlah SPBU menunjukkan antrean panjang yang sebelumnya terjadi kini mulai berkurang.
Rustam mengatakan DPRD tidak tinggal diam menghadapi persoalan kelangkaan BBM yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. DPRD bahkan mengundang pihak Pertamina untuk mencari penyebab persoalan tersebut.
“Kami selalu pantau. Kami bukan diam,” kata Rustam saat di temui, Selasa (8/9/2026).
Dari hasil penelusuran, menurut Rustam, persoalan bukan semata-mata karena SPBU kekurangan modal atau tidak melakukan pembelian. Ia menyebut distribusi dari Pertamina sempat mengalami pengurangan.
“Yang tadinya dikirim 32 KL, dikirim 16 KL, bahkan ada yang hanya 8 KL. Ya macetlah,” ujarnya.
Politisi Golkar tersebut, menyebut kondisi pasokan mulai membaik setelah DPRD melakukan komunikasi dan pengawasan bersama Pertamina. Saat ini, kata dia, distribusi Pertalite, Solar, Pertamax dan jenis BBM lainnya di sejumlah SPBU Bontang relatif aman dan terkendali.
Ia berharap kondisi tersebut terus dipertahankan, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dia memperkirakan kebutuhan sekitar 16 kiloliter (KL) per hari dapat membantu menjaga ketersediaan BBM di Bontang tetap aman, sepanjang pasokan berjalan konsisten.
“Kalau 16 KL rata-ratanya, insyaallah ini aman. Kalau datang hari ini, malam datang lagi, besok pagi datang lagi, insyaallah ter-cover semuanya,” katanya.
Ia juga mengingatkan dampak sosial dari antrean panjang, terutama bagi pelaku usaha di sekitar SPBU serta risiko keamanan kendaraan yang terparkir hingga malam hari.
Menurutnya, kondisi BBM yang mulai normal merupakan hasil dari pengawasan dan komunikasi berbagai pihak, termasuk DPRD dan Pertamina.
“Alhamdulillah beberapa hari terakhir bisa dibilang aman, terkondisi dan terkendali,” pungkasnya.





