KALTIMOKE, BONTANG – Ketidakhadiran Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina, Hermawan Bagus Prabowo, dalam rapat pembahasan antrean dan distribusi BBM di Gedung DPMPTSP Bontang, Jumat (28/8/2026), menuai sorotan tajam dari Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry.
Alfin menilai ketidakhadiran tersebut tidak semestinya terjadi, mengingat persoalan antrean dan distribusi BBM berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat Bontang.
Selain ketidakhadiran dalam rapat, Alfin juga menyoroti dugaan pemblokiran nomor telepon sejumlah wartawan oleh Bagus. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyulitkan awak media dalam memperoleh informasi dan memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait persoalan BBM.
“Kenapa Pak Bagus blokir nomornya teman-teman jurnalis? Ada beberapa yang diblokir Pak Bagus,” ujar Alfin dalam rapat tersebut.
Menurut Alfin, wartawan memiliki kepentingan untuk meminta penjelasan dari pihak Pertamina mengenai persoalan antrean maupun distribusi BBM yang terjadi di Bontang.
Ia menegaskan, masyarakat berhak mengetahui penyebab terjadinya persoalan tersebut. Karena itu, menurutnya, komunikasi antara pihak Pertamina dan wartawan seharusnya tetap terbuka.
“Publik itu harus tahu. Teman-teman ini kan mau bertanya apa penyebabnya BBM ini. Kalau Pak Bagus tidak merespons, bahkan sampai memblokir, bagaimana publik bisa tahu?” tegasnya.
Alfin menilai, apabila komunikasi antara pihak Pertamina dan media tidak berjalan dengan baik, hal tersebut justru berpotensi membuat masyarakat semakin sulit mendapatkan informasi yang jelas.
“Kalau begini sama saja bapak benturkan kami-kami ini di daerah dengan masyarakat. Kacau kalau begini,” katanya.
Ia bahkan meminta Bagus untuk tidak menghindari pertanyaan terkait persoalan BBM apabila memang menjabat sebagai pimpinan Pertamina di wilayah tersebut.
“Kalau bapak tidak mau ditanya permasalahan seperti ini, tidak usah saja bapak jadi branch manager,” tegas Alfin.
Alfin juga menekankan bahwa DPRD Bontang memiliki tanggung jawab untuk hadir dan membahas persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Hal itu tetap dilakukan meskipun anggota dewan memiliki sejumlah agenda lain.
“Kami juga dewan ada kegiatan reses segala macam, masih mau kita hadir untuk diskusi seperti ini, karena itu tanggung jawab kita,” ujarnya.
Ia meminta seluruh pihak tidak menganggap persoalan antrean dan distribusi BBM sebagai masalah sepele. Menurutnya, kelancaran pasokan BBM menyangkut kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi di daerah.
“Jangan anggap remeh hal seperti ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alfin juga memberikan penegasan agar Hermawan Bagus Prabowo hadir dalam agenda pembahasan selanjutnya pada 31 Agustus 2026.
“Saya pertegas, Pak Bagus datang tanggal 31 Agustus, hadapi kami untuk diskusi. Saya tidak mau tahu alasan apa pun,” kata Alfin.
Tidak hanya diminta hadir untuk berdiskusi bersama DPRD, Alfin juga meminta Bagus memberikan klarifikasi secara langsung kepada wartawan yang disebut telah diblokir.
“Termasuk hadapi wartawan yang sudah diblokir sekalian konfirmasi,” pungkasnya.





