Kelas Ibu Hamil Bontang Selatan II Bahas KB hingga Risiko Kehamilan

by

KALTIMOKE, BONTANG – Dinas Kesehatan Kota Bontang menggelar kelas ibu hamil bertajuk SELAMAT (Sehatkan Ibu, Lawan Angka Kematian & Anak Tumbuh Tepat) di Puskesmas Bontang Selatan II, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn) sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi sejak masa kehamilan.

Program yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan Pelangi Bunda (pendampingan ibu hamil menuju generasi sehat) dan Gempita (Gerakan pemantauan dan peningkatan capaian implant dan AKDR) ini diikuti 11 ibu hamil dari Kelurahan Berbas Pantai dan Berbas Tengah. Para peserta diketahui memiliki beragam keluhan, mulai dari hipertensi, Anemia hingga diabetes.

Narasumber kegiatan, dr. Nigel, Sp.OG dari RSUD Taman Husada Kota Bontang, menekankan pentingnya pengawasan kesehatan selama kehamilan, khususnya bagi ibu dengan risiko tinggi.

“Ibu hamil harus rutin melakukan kontrol, terutama jika memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi atau diabetes. Konsumsi obat dan vitamin harus sesuai anjuran dokter, serta penting untuk memantau usia kehamilan secara berkala,” ujarnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kesehatan Ibu Puskesmas Bontang Selatan II, Nursrimuliani Pabanne, menjelaskan bahwa kelas ibu hamil ini dirancang interaktif agar peserta lebih terbuka dalam menyampaikan keluhan.

“Dalam sesi tanya jawab, kami mendorong ibu hamil, terutama yang berisiko, untuk aktif berkonsultasi. Banyak yang memiliki riwayat penyakit bawaan maupun yang muncul saat kehamilan, termasuk pengalaman operasi sesar dan kehamilan di usia rentan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan program perdana yang digelar Dinas Kesehatan Kota Bontang di wilayah kerja Puskesmas Bontang Selatan II pada tahun 2026.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, ibu hamil bisa lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan rutin dan deteksi dini risiko kehamilan, sehingga dapat menekan angka kematian ibu dan bayi,” tambahnya.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga dibahas mengenai keluarga berencana (KB), baik metode jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk yang bersifat hormonal dan non-hormonal. Hal ini bertujuan agar para ibu hamil, khususnya yang memiliki risiko tinggi, dapat memilih metode KB pasca persalinan secara tepat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bontang Bambang, Kartika selaku Penanggung Jawab Kesehatan Ibu Dinkes Bontang, Hajrah (PJ KB Puskesmas Bontang Selatan II), serta Clara Agustani (PJ calon pengantin).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.