Genjot Percepatan Pembangunan, Gubernur Kaltim Tekankan Rancangan Program Segera di Jalankan

by
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud bersama sekda pemprov kaltim. Dok Pemprov Kaltim

KALTIMOKE, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan pentingnya percepatan realisasi program pemerintah agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Dia mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk tidak berlarut-larut dalam proses, melainkan langsung bergerak mengeksekusi rencana yang telah disusun.

Arahan tersebut disampaikan saat rapat rutin awal pekan di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur yang akrab disapa Harum menekankan, seluruh kebijakan harus berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Program yang sudah dirancang harus segera dijalankan. Jangan sampai masyarakat menunggu terlalu lama untuk merasakan hasilnya,”tegasnya dikutip dari halaman Pemprov Kaltim.

Salah satu program yang disorot adalah Gratispol Pendidikan. Program ini dinilai telah memberikan dampak nyata, mulai dari pembagian perlengkapan sekolah gratis bagi pelajar hingga pembebasan biaya uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa.

Namun demikian, Gubernur juga menyoroti kendala di lapangan, khususnya terkait pengembalian UKT oleh pihak kampus yang masih tertunda.

Ia meminta agar perguruan tinggi segera menindaklanjuti hal tersebut agar tidak merugikan mahasiswa.

Di sektor infrastruktur, capaian signifikan ditunjukkan melalui rampungnya Jembatan Nibung yang menghubungkan wilayah pesisir Kutai Timur hingga Berau.

Proyek yang sempat mangkrak bertahun-tahun ini kini menjadi jalur strategis yang memangkas waktu tempuh sekaligus mengurangi biaya transportasi masyarakat.

Selain itu, optimalisasi aset daerah juga mulai dilakukan, salah satunya dengan menghidupkan kembali Hotel Claro Pandurata yang sebelumnya terbengkalai. Kini, hotel tersebut diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Meski demikian, Gubernur Harum menegaskan masih ada pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama membuka akses menuju wilayah terisolasi di Kecamatan Bongan, Kutai Barat.

Untuk itu, ia meminta instansi terkait seperti Dinas PUPR Kaltim, Bappeda, dan BPKAD untuk segera mengambil langkah konkret.

“Wilayah seperti Desa Deraya, Lemper, Tanjung Soke, dan Gerunggung tidak boleh terus tertinggal. Akses harus segera dibuka agar pembangunan merata,” ujarnya.

Kemajuan lain juga mulai terlihat dengan terhubungnya jalur darat dari Tering menuju Ujoh Bilang di Mahakam Ulu, hasil kolaborasi pendanaan antara pemerintah pusat dan daerah.

Menutup arahannya, Gubernur kembali mengingatkan seluruh jajarannya untuk tetap menjaga fokus dalam bekerja.

“Yang kita lakukan hari ini mungkin belum langsung terlihat hasilnya, tapi pastikan semua bermuara untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.