Dilantik sebagai Pengurus YJI Bontang, Bahtiar Mabe Fokus Perkuat Edukasi Pencegahan Penyakit Jantung

by
Pelantikan kepengurusan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kota Bontang masa bakti 2026–2031

KALTIMOKE, BONTANG— Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bahtiar Mabe, resmi dilantik sebagai Bidang Komunikasi dalam kepengurusan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kota Bontang masa bakti 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Auditorium 3D Awang Long, Rabu (6/5/2026), bersamaan dengan pengukuhan seluruh jajaran pengurus YJI Bontang.

Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) serta penyematan pin kepada para pengurus.

Usai dilantik, Bahtiar Mabe menegaskan bahwa penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi, sehingga membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Menurutnya, meskipun Dinas Kesehatan memiliki tanggung jawab utama dalam penanganan penyakit tersebut, kehadiran YJI menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi dan menyatukan langkah dalam upaya pencegahan.

“Penyakit jantung selalu menduduki urutan pertama. Dengan adanya organisasi ini, kita bisa menyatukan pemikiran dalam mensosialisasikan pencegahan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahap awal kepengurusan, YJI Bontang akan memfokuskan program pada sosialisasi masif hingga ke tingkat kelurahan. Rencana tersebut akan didukung melalui penerbitan surat edaran serta pelaksanaan kegiatan edukasi langsung kepada masyarakat.

Selain itu, Bahtiar juga menyoroti pentingnya perubahan pola hidup sebagai langkah preventif yang paling efektif. Ia mengimbau masyarakat untuk mulai membiasakan aktivitas fisik sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau jaraknya dekat, biasakan berjalan kaki. Jangan selalu menggunakan kendaraan. Karena kalau sudah sakit, dampaknya sangat luar biasa,” tegasnya.

Ke depan, kata dia YJI Bontang juga direncanakan memiliki sekretariat guna mendukung operasional organisasi.

“Mungkin bisa di lingkungan Dinas Kesehatan atau di lokasi khusus mengingat jumlah pengurus yang cukup banyak,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.