Sebaran Investasi Bontang Triwulan I 2026 Didominasi Bontang Utara

by
Persentase sebaran investasi di Kota Bontang

KALTIMOKE, BONTANG — Realisasi investasi di Kota Bontang pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan dominasi signifikan di wilayah Bontang Utara. Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengungkapkan bahwa hampir seluruh nilai investasi terkonsentrasi di kawasan tersebut.

Berdasarkan data DPMPTSP, total investasi di Bontang Utara mencapai Rp783,32 miliar atau setara 98,31 persen dari keseluruhan realisasi investasi. Angka ini jauh melampaui wilayah lainnya, menjadikan Bontang Utara sebagai pusat pertumbuhan investasi di kota ini.

“Realisasi ini menunjukkan bahwa Bontang Utara masih menjadi magnet utama investasi, khususnya pada subsektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi yang memang menjadi tulang punggung industri di Bontang,” ujar Aspiannur, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, konsentrasi investasi tersebut juga dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur dan keberadaan kawasan industri yang telah berkembang lebih dulu.

Sementara itu, Bontang Selatan menempati posisi kedua dengan nilai investasi sebesar Rp12,24 miliar atau 1,54 persen. Investasi di wilayah ini didominasi oleh subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.

“Bontang Selatan mulai menunjukkan pertumbuhan, terutama di sektor properti dan kawasan penunjang industri. Ini menjadi sinyal positif untuk pemerataan investasi ke depan,” lanjutnya.

Adapun Bontang Barat mencatat realisasi investasi paling kecil, yakni Rp1,2 miliar atau hanya 0,15 persen. Aktivitas investasi di kawasan ini terutama berasal dari sektor usaha restoran yang dikelola oleh Fast Food Indonesia.

“Untuk Bontang Barat, kami melihat masih ada peluang yang besar. Pemerintah akan terus mendorong agar investasi tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi bisa lebih merata,” tegas Aspiannur.

Selain capaian investasi, DPMPTSP juga mencatat serapan tenaga kerja Indonesia (TKI) selama periode Triwulan I 2026 mencapai 939 orang. Rinciannya, sebanyak 920 tenaga kerja berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sementara 19 tenaga kerja lainnya diserap melalui Penanaman Modal Asing (PMA).

“Dari sisi tenaga kerja, penyerapan ini cukup baik dan menunjukkan bahwa investasi yang masuk juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.