KALTIMOKE, BONTANG – Walikota Bontang, Neni Moerniaeni, mengingatkan pentingnya kebersihan lingkungan di Kelurahan Kanaan, khususnya di area Lapangan Kanaan dan sekitarnya.
Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Pasar Satu Hari yang digagas oleh mahasiswa KKN Gelombang 51 Universitas Mulawarman (Unmul) di Rumah Ada Toraja, Sabtu (16/8/2025).
Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi lapangan yang rumputnya tinggi dan tidak terawat.
“Ada pak lurah di sini, tolong Lapangan Kanaan itu pusing saya lihat, coba bikin gerakan bersih-bersih setiap Jumat. Saya beberapa kali lewat, rumputnya tinggi di lapangan itu,” ungkap Neni.
Menurut Neni, Tongkongan yang terletak di kawasan tersebut juga harus lebih diperhatikan karena merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Bontang. Ia pun meminta agar pihak kelurahan, jajaran pemerintah setempat, dan Puskesmas bekerja sama dalam menjaga kebersihan di Kanaan.
“Saya kalau lewat, tempat duduk tidak terlihat karena ada rumput di sana. Padahal sudah dibangun fasilitas olahraga untuk anak-anak, tapi tidak dirawat. Bagaimana mau digunakan kalau rumputnya tinggi?” jelasnya.
Ia kembali menekankan bahwa kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Ia mengaku sudah mengimbau 15 kelurahan di Bontang untuk bersih-bersih.
“Kalau ada kelurahan yang kotor, saya akan kibarkan bendera hitam. Itu artinya kelurahan itu kotor dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)-nya berat,” tegasnya.
Walikota Bontang berharap gerakan kebersihan bersama dapat mengurangi dampak banjir di daerah tersebut. “Resiko banjir di beberapa titik Kanaan memang tinggi, ini adalah efek domino dari pembangunan. Daerah resapan semakin berkurang,” kata Neni.
Ia pun berharap agar kebersihan dan pemeliharaan fasilitas umum di Kanaan bisa lebih ditingkatkan agar lingkungan tetap nyaman dan aman bagi warga.






