KALTIMOKE, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) telah mencairkan bantuan beasiswa program Gratispol untuk mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta.
Hingga tahap ketiga, total dana yang telah disalurkan mencapai Rp288,5 miliar bagi 63.603 mahasiswa.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan, penerima beasiswa tersebar di 7 perguruan tinggi negeri dan 45 perguruan tinggi swasta di seluruh Kaltim.
Program ini juga mencakup kerja sama tahap I hingga III, serta dukungan untuk pendidikan dokter spesialis dan tenaga kependidikan.
“Bantuan ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kaltim,” ujarnya dikutip dari halaman Pemprov Kaltim, Minggu 24 Mei 2025.
Lima kampus penerima terbesar
Beberapa perguruan tinggi menerima alokasi terbesar dalam program ini, yaitu Universitas Mulawarman
12.938 mahasiswa dengan total Rp61,1 miliar.
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur 7.713 mahasiswa, Rp39 miliar, Politeknik Negeri Samarinda
3.655 mahasiswa, Rp13,9 miliar.
Institut Teknologi Kalimantan
3.572 mahasiswa, Rp12,4 miliar, Poltekkes Kemenkes Kaltim, 2.014 mahasiswa, Rp10,8 miliar.
Sementara itu, penerima bantuan terendah tercatat di Politeknik Sendawar dengan 57 mahasiswa dan alokasi Rp201 juta.
Imbauan pengembalian UKT
Selain penyaluran beasiswa, Gubernur Kaltim juga mengingatkan seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk segera mengembalikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa yang sudah terlanjur dibayarkan, sesuai ketentuan program bantuan tersebut.
Program Gratispol ini menjadi salah satu upaya Pemprov Kaltim dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan meringankan beban biaya kuliah mahasiswa di daerah.
“Pendidikan harus inklusif dan terjangkau bagi semua,” pungkasnya.





