KALTIMOKE, SAMARINDA – Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Irwan Fecho, angkat bicara terkait unggahan media sosialnya yang menyoroti kondisi Kalimantan Timur yang dinilai kerap diwarnai konflik. Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Pendidikan Politik Demokrat Kaltim, Sabtu (11/4/2026).
Irwan menegaskan, unggahan tersebut merupakan bentuk keprihatinan terhadap situasi daerah yang dinilainya terlalu sering diwarnai polemik, sehingga berpotensi mengganggu fokus pembangunan.
“Kalau ribut-ribut terus, tidak bersatu, tidak solid, yang susah itu rakyat,” ujarnya.
Ia menilai, para pemimpin daerah harus mampu menunjukkan sikap tenang dan memiliki pandangan jauh ke depan, bukan hanya terjebak dalam kontestasi politik semata.
“Pemimpin daerah harus bisa punya sikap tenang, terawang, jangan hanya bisa berkontestasi,” tegasnya.
Menurut Irwan, saat ini Kalimantan Timur sudah memiliki pemimpin di berbagai level, mulai dari gubernur, bupati hingga wali kota. Karena itu, ia mendorong pentingnya menjaga harmonisasi antarpemimpin, baik di eksekutif maupun legislatif.
“Bagaimanapun ini satu kesatuan, masyarakat Kaltim ada di situ. Harmonisasi antar kepala daerah, harmonisasi eksekutif dan legislatif itu penting,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar para pemangku kebijakan mengurangi kegaduhan yang tidak perlu dan lebih mengedepankan kerja nyata untuk masyarakat.
“Minimal kurangi noise, kurangi berisik, banyakin kerja untuk rakyat saja. Itu yang didorong oleh Demokrat Kaltim,” ucapnya.
Irwan mengaku merasa kurang nyaman melihat Kalimantan Timur terus menjadi bahan perbincangan karena konflik, terlebih dirinya saat ini banyak beraktivitas di Jakarta.
“Saya tidak enak, saya kan tinggal di Jakarta, ini kok Kaltim jadi pembicaraan terus. Sementara kita maunya jadi pembicaraan positif, jangan yang becakut terus,” ungkapnya.
Ia berharap para pemimpin daerah dapat memberikan teladan dalam kepemimpinan, termasuk menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh pihak dan masyarakat.
“Kalau pemimpin bisa memberi teladan, cara kepemimpinan yang kuat, menjaga komunikasi dengan semua sektor termasuk juga dengan rakyatnya, saya pikir Kaltim kondusif dan bisa membangun,” pungkasnya.






