KALTIMOKE, BONTANG – Pasar Satu Hari di Rumah Adat Toraja yang digelar di Kelurahan Kanaan, Bontang, Sabtu (16/8/2025) menjadi ajang untuk menampilkan kreativitas masyarakat setempat.
Salah satu tenan menjual produk yang menarik perhatian adalah karya daur ulang sampah plastik dan kawat bulu menjadi tanaman hias serta bunga. Karya ini merupakan hasil inisiatif warga Kanaan yang tergabung dalam Tim PKK RT 11.
Ibu Abilai (35), salah seorang pengrajin, menjelaskan bahwa untuk menghasilkan satu pohon hias, mereka menggunakan sekitar tujuh lembar sampah plastik ukuran sedang. Sedangkan untuk produk yang lebih besar, cukup dengan lima lembar.
“Saya diajak tim PKK RT 11, kreasi ini inisiatif sendiri, otodidak. Baru dua hari ini saya pasarkan melalui media sosial,” ujarnya.
Produk hasil daur ulang ini mendapat perhatian positif dari berbagai kalangan, termasuk Walikota Bontang yang akrab dengan sapaan Bunda Neni ini saat berkeliling mengunjungi tenan Pasar Satu Hari.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Neni memberikan apresiasi kepada produk warga Kanaan tersebut. “Keren, ini daur ulang dari sampah ya. Ini yang bunda maksud, salah satu kreasi UMKM yang juga berkontribusi pada lingkungan,” ungkapnya sambil menunjukkan produk kepada anak-anak KKN.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Produk daur ulang tersebut bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan.
“Saya beli dua tanaman hias nya, ya bu, “katanya sambil melanjutkan meninjau produk UMKM lainnya.
Selain produk daur ulang sampah, di pasar tersebut juga terdapat berbagai produk lokal menarik lainnya, seperti kain semi sutra bermotif Toraja dan pin magnet yang dapat dijadikan suvenir khas daerah, Aneka Cemilan, Minuman, hingga Bahan Pokok.
Pasar Satu Hari ini bukan hanya menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas masyarakat, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pemasukan.(*)







