.
KALTIMOKE, KUTIM – Ditengah percepatan Pembangunan infrastruktur perkotaan fokus pada sektor pertambangan dan pertanian sawit di Kutai Timur.
Kondisi tersebut berbanding terbalik yang terjadi pada daerah pedalaman, seperti di Desa Longjak, Kecamatan Busang, dimana para pelajar harus bertaruh nyawa demi ke sekolah.
Mereka terpaksa menggunakan perahu untuk menyebrangi sungai karena saat ini belum ada jembatan penghubung antar wilayah.
Vidio tersebut viral setelah diunggah di akun Instagram @emmakfarida77, vidio itu menceritakan warga sudah menunggu lama pembangunan jembatan namun belum terealisasi sampai saat ini.
Camat Busang, Uleh Juk, membenarkan situasi tersebut, ia menyebut Masya untuk melintasi harus menggunakan transfortasi perahu, karena belum ada jembatan.
“Kondisi itu sudah lama. Saya juga baru disana, saya juga belum tahu persis,” ujarnya. Selasa (7/4/2026).
Ia menerangkan, kondisi tersebut membutuhkan pembangunan jembatan yang skala besar sehingga harus melalui rencana multiyears.
“Belum masuk musrembang, karena itu Jembatannya skala besar, itu harus MY,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kutim, Jimmi, akan melakukan tindak lanjut dengan turun langsung ke lokasi.
“Nanti kami cek lokasinya,” ujarnya.
Vidio tersebut menuai sorotan publik, dengan banyak komentar masyarakat yang berharap untuk pembangunan jembatan segera dilakukan agar akses anak-anak sekolah tanpa harus bertaruh nyawa.






