KALTIMOKE, BONTANG – Menjamurnya bangunan vila dan rumah sewa di kawasan perairan Bontang Kuala menjadi perhatian anggota DPRD Bontang, Rustam. Ia meminta pemerintah tidak membiarkan pembangunan berlangsung tanpa penataan yang jelas.
Menurut Rustam, pertumbuhan vila di kawasan tersebut saat ini cenderung sporadis.
Bangunan berdiri di sejumlah titik tanpa konsep kawasan yang jelas sehingga dikhawatirkan mengurangi estetika sekaligus menimbulkan persoalan keselamatan.
“Sekarang ini tidak tertata. Satu di sana, satu di sana. Di mana indahnya kalau seperti itu?” katanya saat di temui, Selasa (8/9/2026).
Ia menilai pemerintah perlu terlebih dahulu menetapkan jalur dan zona yang diperbolehkan untuk pembangunan, terutama karena kawasan tersebut merupakan wilayah perairan yang juga menjadi jalur aktivitas kapal.
Rustam juga mengingatkan persoalan keselamatan instalasi listrik pada bangunan yang berada di atas atau dekat perairan.
Menurutnya, aspek keselamatan harus menjadi perhatian serius sebelum usaha tersebut berkembang semakin banyak.
“Kalau tidak berizin, pemerintah juga tidak bisa bertanggung jawab ketika terjadi sesuatu,” tegasnya.
Rustam mendorong pemerintah kelurahan bersama perangkat daerah terkait melakukan pendataan, penataan, serta memastikan setiap bangunan maupun usaha wisata memenuhi ketentuan perizinan dan keselamatan.
Ia mengatakan pengembangan wisata Bontang Kuala tetap harus didukung, tetapi tidak boleh mengabaikan tata ruang dan keselamatan masyarakat.
“Jangan sampai karena ingin mengembangkan wisata, kita justru menciptakan masalah baru,” ujarnya.





