KALTIMOKE, BONTANG – GOR PKT, Sabtu pagi (25/04/2026), tidak sekadar menjadi lokasi peringatan ulang tahun ke-25 PIKA PKT. Lebih dari itu, suasana tersebut berubah menjadi ruang refleksi perjalanan panjang organisasi perempuan yang tumbuh seiring dinamika industri dan sosial di Kota Bontang.
Kehadiran Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama unsur Forkopimda, jajaran direksi PT Pupuk Kalimantan Timur, hingga berbagai organisasi perempuan dan perwakilan anak perusahaan, menandai kuatnya jejaring kolaborasi yang telah dibangun PIKA PKT selama seperempat abad.
Dalam perspektifnya, Neni menilai PIKA PKT bukan lagi sekadar organisasi pendamping, melainkan telah berkembang menjadi kekuatan sosial yang memiliki pengaruh nyata di tengah masyarakat.
“Kekuatan PIKA sangat luar biasa. Organisasi ini punya modal sosial yang besar untuk terus berkembang dan memberi dampak,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa tantangan organisasi perempuan ke depan bukan hanya soal eksistensi, tetapi bagaimana mampu beradaptasi dan memberi kontribusi konkret, termasuk dalam ruang-ruang strategis di pemerintahan dan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan perempuan di Kota Bontang kini semakin terbuka lebar, termasuk di tingkat kelurahan, yang menjadi bukti adanya ruang aktualisasi yang semakin inklusif.
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada geliat UMKM binaan PIKA PKT yang dinilai memiliki potensi untuk naik kelas. Pemerintah Kota Bontang mendorong agar sinergi dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) terus diperkuat, terutama dalam aspek pemberdayaan ekonomi perempuan.
Momentum 25 tahun ini pun tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga penegasan ulang peran PIKA PKT sebagai wadah pembelajaran, penguatan kapasitas, serta motor penggerak perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.
Di akhir kegiatan, Neni mengajak untuk terus beradaptasi dan meningkatkan profesionalisme, agar organisasi ini tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman yang terus berubah.
“Ke depan, saya berharap PIKA PKT terus memperkuat peran dan kapasitasnya, tidak hanya sebagai organisasi perempuan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Bontang,” tutupnya.






