Creative Night Market Saleba Dongkrak Ekonomi Kreatif, Perputaran Uang Tembus Rp300 Juta

by
Wali Kota Bontang Bunda Neni (tengah), DPD RI Andi Sofyan Hasdam, Kadispopar Eko Mashudi di Creative Night Market di Bontang

KALTIMOKE, BONTANG – Kegiatan Creative Night Market (CNM) yang digelar di Jalan Cut Nyak Dien, Saleba, Sabtu malam (25/04/2026), berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Acara yang dipusatkan di panggung utama Pura Pasraman Widya Buana ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Eko Mashudi, Kabid Ekraf Dody, Kadis Indagkop UKM Eko Arisandi, lurah Bontang Baru dan Bontang Kuala, serta Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam.

Dalam laporannya, Eko Mashudi menyampaikan bahwa kegiatan CNM kali ini menghadirkan sekitar 60 pelaku UMKM dari total 100 yang diundang. “Biasanya kegiatan ini berlangsung dua hari, namun kali ini hanya satu hari,” ujarnya.

Meski digelar dalam waktu terbatas, yakni mulai pukul 17.30 WITA hingga 22.30 WITA, kegiatan tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan. CNM tidak hanya menjadi pusat kuliner dan produk lokal, tetapi juga menyuguhkan berbagai hiburan seni yang menarik minat pengunjung.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang berjualan dari pukul 17.00 hingga 20.00 WITA sudah kembali modal, bahkan dari informasi panitia perputaran uang selama kegiatan berlangsung diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 juta,” ungkap Eko.

Tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator keberhasilan acara ini. CNM sendiri merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Gerakan Pemuda Ekonomi Kreatif (Geprek), kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kelurahan Bontang Baru, serta dukungan dari pihak kelurahan dan kecamatan.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan mendapat dukungan lebih luas, termasuk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari perusahaan. Salah satu perusahaan, PT KNI, disebut telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan berikutnya.

“Selain mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, CNM juga menjadi ajang promosi potensi wisata di Bontang Baru, seperti kawasan mangrove. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi lebih meriah di masa mendatang,” harapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan bahwa CNM akan dijadikan agenda rutin, minimal satu kali dalam sebulan. Ia juga menyebut kegiatan serupa akan diperluas ke kecamatan lain.

“Ke depan semoga akan lebih besar lagi karena kita akan menggandeng TJSL untuk memperkuat kolaborasi, budaya, dan ekonomi,” ujarnya.

Neni menambahkan, pelaksanaan CNM tidak hanya akan terpusat di Kecamatan Bontang Utara, tetapi juga akan digelar di Bontang Barat dan Bontang Selatan.

“Di Bontang Barat mungkin di kawasan tongkonan, sementara di Selatan bisa di Berbas Pantai, agar pelaku ekonomi semakin berkembang,” jelasnya.

Meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang mengalami penurunan, pemerintah tetap berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi melalui event ekonomi kreatif. CNM sendiri merupakan kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan ketiga dan dinilai efektif dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.