Tidak Ingin Ada Klaster Baru, Pemkot Imbau Tetap Belajar di Rumah

Reporter : Mira

BONTANG, KALTIMOKE — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memutuskan untuk membuka kembali dan menerapkan New Normal pada tempat ibadah dan Fasilitas Umum (Fasum).

Namun, berbeda halnya dengan proses belajar mengajar di sekolah, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan untuk sekolah dirinya masih perlu mempertimbangkan lalu kemudian memberi ijin, sebab dikhawatirkan akan menjadi pemicu klaster baru penyebaran Covid-19 pada peserta didik.

“Kalau sekolah saya belum berani, makanya untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Satuan PAUD Sejenis (SPS), tidak usah takut dipotong gaji dan sebagainya. Karena uang akan tetap kita cairkan dan untuk anak anak tetap di rumah saja,” tandasnya.

Lanjutnya, untuk anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah memasuki fase dewasa, sudah bisa menempatkan diri pada Pandemi ini. Akan tetapi yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) untuk pakai masker saja mereka belum terbiasa.

Dengan tegas Neni menyatakan, untuk tetap menerapkan belajar dari rumah bagi murid SPS, PAUD, TK, tempat penitipan, dan murid Sekolah Dasar (SD).

Pemkot Bontang akan bersurat secara resmi kepada pemerintah pusat terkait kondisi di Bontang saat ini, melalui jalur Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

“Kebetulan saya juga di Apeksi bisa melalui Apeksi nantinya kita sampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Akhmad Suharto menjelaskan ada 19 protokol kesehatan yang harus diperhatikan, diantaranya skrining zona lokasi tempat tinggal, skrining guru dan karyawan, tanda lulus skrining, tes Covid terhadap 3000 tenaga pendidik baik dijenjang SPS maupun SMA.

“Sosialisasi virtual sebelum proses belajar mengajar, pengaturan waktu belajar yakni jam masuk mulai pukul 08.00 Wita dan dipercepat pulang,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa guru kelas siswa/siswi harus didata dan cek kondisi, jarak posisi duduk 1,5 meter. Jika perlu beri pembatas plastik dan tentunya akan menambah biaya. (**)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *